Chapter 59
Rahasia di Balik Bengkel dan Tembok Tipis Ana - 28 Juli 2026 - 4.730 kata
tuuuuttt... tuuuuutttt... tuutt Nada sambung itu terputus untuk kelima kalinya. Aku menurunkan ponsel dari telinga dengan tangan yang gemetar. Di layarnya, foto kami berempat saat ulang tahun Cynthia masih terpajang utuh. Mas Firman berdiri tegap di belakangku sambil menggendong Farhan, sementara Cynthia tersenyum lebar menampakkan giginya yang belum lengkap di tengah-tengah kami. Foto itu masih memancarkan kehangatan yang sama. Namun, orang-orang di dalamnya sudah berserakan. Aku menekan ulang nomor Mas Firman. Menunggu dalam panik yang membakar dada. Panggilanku kembali menguap tanpa jawaban. “Angkat, Mas… tolong angkat…” bisikku parau, tenggorokanku menyempit. Aku berdiri mematung di tengah ruang tamu, mencengkeram erat kertas surat dari Mas Firman dengan tangan kiri. Lembaran itu sudah kusut, tepiannya meliuk akibat remasan jemariku yang tak terkendali. Saat nada sambung mendadak mati dan berganti suara mesin operator, jempolku bergerak liar membuka kolom percakapan kami. Pesan terakhir dari Mas Firman dikirim tadi malam di jam saat aku sebenarnya masih berbaring di balik punggungnya. Besok Cynthia mau beli buku gambar. Jangan lupa ingetin aku. Aku menutup mulut rapat-rapat dengan telapak tangan, tetapi tangis yang kutahan akhirnya meledak juga. Bahuku terguncang hebat. Jari-jariku yang basah oleh air mata gemetar menari di atas layar ponsel. “Mas, maafin aku.” Langsung kukirim. “Tolong angkat
Chapter ini membutuhkan 4 Ink untuk dibaca. Saldo kamu saat ini 0 Ink.
Akses chapter ini bersifat pribadi dan dilindungi hak cipta. Distribusi ulang tanpa izin tidak diperbolehkan.
Masuk untuk MembeliKonten LGU dilindungi hak cipta dan hanya untuk akses pribadi di platform ini.