Chapter 58
Rahasia di Balik Bengkel dan Tembok Tipis Ana - 25 Juli 2026 - 3.275 kata
Cahaya matahari yang menyilaukan menusuk tajam melalui celah ventilasi, jatuh tepat di atas kelopak mataku. Aku tersentak, mengerjapkan mata berulang kali. Tubuhku terasa sangat berat dan pegal. Udara di dalam kamar petak ini tidak lagi dingin seperti semalam, melainkan terasa hangat dan pengap oleh kepungan debu pagi. Pandanganku perlahan menyesuaikan dengan keremangan ruangan, lalu pandangan mataku bertumpu pada jam meja kecil yang berdiri di samping tumpukan kardus pakaian. 08.36. Dadaku seperti dihantam dari dalam. “Ya Allah…” Pak Sano masih tertidur di sampingku. Pria tua itu meringkuk miring menghadap bekas tempatku berbaring, satu lengan kekarnya terkulai lemas di atas kasur lipat. Embusan napasnya terdengar dalam dan teratur, seolah-olah pagi belum benar-benar merenggut waktu kami. Mas Firman pasti sudah bangun dari tadi. Cynthia pasti sudah mencari ibunya untuk minta sarapan. Farhan tidak mungkin tidur tenang sampai sejam ini tanpa menyusu. Aku mengguncang bahu telanjang Pak Sano tanpa mempedulikan kelembutan lagi. “Pak! Pak Sano, bangun, Pak!” Ia hanya menggumam berat, bergerak sedikit. “Pak, bangun! Sudah pagi!” suaraku melengking panik, menahan tangis yang mulai menyeruak di tenggorokan. Pak Sano membuka kelopak matanya secara perlahan. Sorot matanya tampak bingung dan kabur selama beberapa detik, sebelum akhirnya fajar kewarasan menangkap kepanikan di wajahku. “Ada apa, Nduk…?”
Chapter ini membutuhkan 3 Ink untuk dibaca. Saldo kamu saat ini 0 Ink.
Akses chapter ini bersifat pribadi dan dilindungi hak cipta. Distribusi ulang tanpa izin tidak diperbolehkan.
Masuk untuk MembeliKonten LGU dilindungi hak cipta dan hanya untuk akses pribadi di platform ini.