Chapter 57
Rahasia di Balik Bengkel dan Tembok Tipis Ana - 25 Juli 2026 - 5.370 kata
Jari-jari kasar Pak Sano akhirnya menyentuh pipiku. Sangat pelan. Ibu jarinya yang penuh kapalan menyapu sisa air mata yang masih menggenang di bawah mataku. Tekstur telapak tangannya terasa kasar dan hangat, tetapi cara jarinya menyentuh kulitku begitu lembut, seolah ia takut tekanan sekecil apa pun akan meremukkan perasaanku. Aku memiringkan wajah sedikit, membiarkan pipiku bersandar pada telapak tangannya yang lebar. Aroma sabun mandi bercampur sisa minyak oli dan tembakau samar menguar dari kulitnya, aroma yang sangat familier dan menenangkan. Deru napas Pak Sano mendadak berubah berat. “Nduk…” bisiknya serak. Aku tetap menatap matanya yang redup di bawah temaram bohlam kamar. Ia menelan ludah dengan susah payah, lalu perlahan-lahan menarik tangannya mundur. “Pulang ya...” Dadaku langsung terasa hampa seketika. “Sekarang, Pak?” “Iya…. Lebih baik sekarang.” “Tapi besok... besok Bapak udah pergi...” Pak Sano menunduk. Kedua tangannya yang besar kembali bertumpu di atas paha celana pendeknya. “Makanya kamu harus pulang sekarang, Nduk.” Aku menggeleng pelan, enggan bergeming dari tempatku duduk di tepi kasurnya. Pak Sano kembali menoleh, menatapku dengan binar mata yang penuh luka yang ditahannya rapat-rapat. “Jangan begini, Nduk... jangan bikin semuanya makin berat.” “Aku cuma mau di sini sebentar lagi, Pak….” “Sebentar itu seberapa lama, Ana?” Aku bungkam. Aku tidak
Chapter ini membutuhkan 4 Ink untuk dibaca. Saldo kamu saat ini 0 Ink.
Akses chapter ini bersifat pribadi dan dilindungi hak cipta. Distribusi ulang tanpa izin tidak diperbolehkan.
Masuk untuk MembeliKonten LGU dilindungi hak cipta dan hanya untuk akses pribadi di platform ini.