Chapter 56
Rahasia di Balik Bengkel dan Tembok Tipis Ana - 22 Juli 2026 - 3.002 kata
“Pak Sano besok pindah, ya?” Gerakan sendok di tanganku terhenti mendadak sebelum sempat menyentuh piring. Mas Firman tetap menunduk khusyuk, menggunakan ujung jemarinya untuk memisahkan duri ikan gurame di piring Cynthia. Suaranya terdengar datar dan tenang, seolah pertanyaan tadi hanyalah bagian dari obrolan makan malam yang biasa. Aku memaksa jemariku yang kaku untuk kembali menyendok nasi. “Kayaknya iya deh, Mas…” Aku berusaha menjaga agar nada suaraku tetap halus dan stabil. “Aku juga kurang tahu pasti.” Mas Firman menghentikan gerakannya, lalu perlahan mengangkat wajah. Tatapannya mendarat tepat di mataku. Hanya sebentar, mungkin satu atau dua detik, tetapi cukup untuk membuat otot-otot di tengkukku mendadak tegang. “Ohhh….” Hanya satu kata itu yang keluar dari mulutnya. Ia meletakkan potongan daging ikan yang sudah bersih ke piring nasi Cynthia. “Makan sama ikannya, Kak. Jangan cuma kuah sotonya aja yang dihirup.” “Ada durinya nggak, Yah?” “Udah Ayah bersihin semua durinya. Tinggal makan.” Cynthia masih memeriksa potongan ikan itu dengan teliti sebelum menyuapkannya ke mulut. Di sebelahku, Farhan yang duduk di kursi kecilnya sibuk memukul-mukul tepi meja menggunakan sendok plastik warna-warni. Mas Firman dengan cekatan menyambar sendok itu tepat sebelum terjatuh ke lantai. “Anak bujang satu ini kalau makan, alatnya lebih banyak yang melayang daripada yang
Chapter ini membutuhkan 4 Ink untuk dibaca. Saldo kamu saat ini 0 Ink.
Akses chapter ini bersifat pribadi dan dilindungi hak cipta. Distribusi ulang tanpa izin tidak diperbolehkan.
Masuk untuk MembeliKonten LGU dilindungi hak cipta dan hanya untuk akses pribadi di platform ini.