Chapter 53
Rahasia di Balik Bengkel dan Tembok Tipis Ana - 2 Juli 2026 - 2.655 kata
Klik. Bunyi logam penahan pintu beradu pelan. Bunyi yang seharusnya terdengar biasa saja—suara yang akrab di telinga setiap orang yang tinggal di rumah ini—mendadak berubah menjadi dentuman yang menghantam gendang telingaku lebih keras daripada petir. Suara itu terdengar sangat dekat. Sangat dekat, hingga aku merasa seolah pintu itu terbuka tepat di samping kepalaku. Sofa ruang tamu yang gelap gulita berguncang halus, lalu diam membeku. Di atasku, tubuh besar Pak Sano mendadak kaku, seperti patung yang baru saja disambar petir. Berat badannya yang tadi bergerak ritmis, kini menekan dadaku dengan beban yang sangat berat dan statis, menahan paru-paruku hingga aku merasa sesak, kesulitan mengambil oksigen. Di dalam vaginaku, cairan hangat yang baru saja tumpah dari penis Pak Sano perlahan mulai mendingin. Sensasi itu kontras sekali dengan hawa dingin yang tiba-tiba menyapu dari arah koridor kamar. Hawa dingin itu merayap di kulit paha belakangku yang terbuka, mengirimkan rasa gigil yang membuat bulu kudukku berdiri kaku dalam sekejap. “Jangan sekarang. Tolong… jangan sekarang” Detak jantungku berdentum bising di telingaku, begitu keras hingga aku takut suara itu bisa terdengar ke seluruh ruangan. Ritmenya tak beraturan, mencerminkan kekacauan yang sedang melanda seluruh sarafku. Aku takut, begitu takut hingga aku merasa diriku seperti mangsa yang sedang
Chapter ini membutuhkan 4 Ink untuk dibaca. Saldo kamu saat ini 0 Ink.
Akses chapter ini bersifat pribadi dan dilindungi hak cipta. Distribusi ulang tanpa izin tidak diperbolehkan.
Masuk untuk MembeliKonten LGU dilindungi hak cipta dan hanya untuk akses pribadi di platform ini.