Chapter 52
Rahasia di Balik Bengkel dan Tembok Tipis Ana - 25 Juni 2026 - 2.540 kata
Aku menatap wajahnya dari bawah sambil terus mengulum. Mataku penuh goda, bibirku yang basah membungkus penisnya erat. Aku menarik kepala sedikit ke belakang, membiarkan air liurku mengalir deras membasahi batangnya, lalu kembali memasukkan lebih dalam. Mulutku yang hangat dan basah menyelimuti separuh batangnya. Lidahku menekan bagian bawah batang sambil mengulum dengan ritme pelan tapi dalam. Setiap kali aku menarik napas melalui hidung, aku menghisap lebih kuat, membuat pipiku sedikit cekung. Pak Sano menggigit bibir bawahnya kuat-kuat. Tangannya yang kasar naik ke rambutku, bukan menarik, melainkan hanya memegang pelan, jari-jarinya gemetar menahan nikmat. Penisnya berdenyut keras di dalam mulutku setiap kali lidahku menyapu bagian sensitif di bawah kepalanya. Aku bisa merasakan urat-urat tebalnya menekan bibir dan lidahku. Air liurku terus mengalir deras, membasahi daguku dan jatuh ke lantai. Aku mengulum lebih dalam lagi, membiarkan kepala penisnya menyentuh langit-langit mulutku yang lembut. “Hhh… Bu… pelan…” desah Pak Sano tertahan lagi, suaranya bergetar. Ia menatapku dari atas dengan mata gelap penuh gairah. Aku membalas dengan menatapnya balik, mata setengah terpejam, bibirku yang basah dan merah membungkus penisnya erat sambil mengulum pelan tapi rakus. Setiap gerakan lidahku sengaja pelan dan basah, membuat suara kecil “ngg… ngg…” basah terdengar pelan di antara napas kami yang
Chapter ini membutuhkan 4 Ink untuk dibaca. Saldo kamu saat ini 0 Ink.
Akses chapter ini bersifat pribadi dan dilindungi hak cipta. Distribusi ulang tanpa izin tidak diperbolehkan.
Masuk untuk MembeliKonten LGU dilindungi hak cipta dan hanya untuk akses pribadi di platform ini.