Chapter 50
Rahasia di Balik Bengkel dan Tembok Tipis Ana - 18 Juni 2026 - 4.294 kata
POV Ana Pagi datang seperti biasa. Padahal aku merasa tidak ada yang biasa lagi di dalam diriku. Warung tetap harus dibuka. Etalase tetap harus dibersihkan. Botol-botol minuman tetap harus disusun menghadap depan. Cynthia tetap minta dibuatkan susu, Farhan tetap menangis saat popoknya penuh, dan suara bengkel Mas Firman tetap terdengar dari halaman depan sejak matahari belum terlalu tinggi. Semua bergerak seperti hari-hari sebelumnya. Hanya aku yang seperti tertinggal di tempat yang sama. Semalam. Di atas ranjang. Di samping tubuh Mas Firman yang tertidur pulas setelah aku mencoba menjadi istrinya lagi. “Aku sudah mencoba.” Kalimat itu terus berputar di kepalaku sejak bangun tidur. Aku sudah mencoba kembali. Aku sudah mencoba memilih suamiku. Aku sudah mencoba menutup pintu untuk Pak Sano, setidaknya semalam saja, dengan mengirim pesan bahwa aku ingin bersama Mas Firman. Aku bahkan sengaja membuat Pak Sano kecewa. Sengaja membuatnya mundur. Sengaja menaruh nama Mas Firman di antara aku dan dirinya, berharap dengan begitu ada jarak yang kembali terbentuk. Tapi malam justru membuktikan hal yang paling kutakutkan. Aku masih istri Mas Firman. Namun tubuhku tidak lagi sepenuhnya pulang kepadanya. Kesadaran itu membuat dadaku sesak sejak pagi. Saat aku menyapu lantai warung, pikiranku kosong. Saat seorang anak kecil membeli es lilin,
Chapter ini membutuhkan 4 Ink untuk dibaca. Saldo kamu saat ini 0 Ink.
Akses chapter ini bersifat pribadi dan dilindungi hak cipta. Distribusi ulang tanpa izin tidak diperbolehkan.
Masuk untuk MembeliKonten LGU dilindungi hak cipta dan hanya untuk akses pribadi di platform ini.