Chapter 47
Rahasia di Balik Bengkel dan Tembok Tipis Ana - 2 Juni 2026 - 3.568 kata
Pagi masih dingin dan lembap. Langit di gang belakang kontrakan baru berubah abu-abu samar. Embun menempel di daun-daun mangga, sementara bau tanah basah naik pelan dari sela-sela paving yang retak. Pintu kontrakan Pak Sano terbuka sedikit. Ana berdiri di ambangnya, menahan napas. Beberapa detik ia hanya diam, mendengarkan apa pun yang bergerak di luar sana. Suara jangkrik yang mulai melemah. Daun bergesek. Angin tipis melewati gang sempit. Lalu terdengar bunyi lain. Srek… srek… Ana membeku. Dari balik tembok kontrakan sebelah, ada suara sandal diseret pelan di lantai. Entah siapa yang sudah bangun. Entah hanya orang tua yang hendak ke kamar mandi, atau tetangga yang biasa menyapu halaman sebelum subuh. Ana menelan ludah. Ia tidak boleh terlihat. Tidak dari pintu ini. Dengan sangat pelan, ia melangkah keluar. Daster kuningnya sudah kembali menutup tubuhnya, kusut dan sedikit lembap di beberapa bagian. Rambutnya acak-acakan, beberapa helai menempel di pipi dan leher. Tubuhnya terasa berat, tapi rasa takut membuat seluruh sarafnya mendadak tajam. Ia menarik pintu kontrakan Pak Sano perlahan. Kriiit… Derit kecil itu membuat jantung Ana seperti berhenti. Suara sandal di sebelah ikut berhenti. Ana berdiri kaku di depan pintu, tidak berani bergerak. Dalam kepalanya, satu bayangan langsung muncul: pintu tetangga terbuka, sepasang
Chapter ini membutuhkan 4 Ink untuk dibaca. Saldo kamu saat ini 0 Ink.
Akses chapter ini bersifat pribadi dan dilindungi hak cipta. Distribusi ulang tanpa izin tidak diperbolehkan.
Masuk untuk MembeliKonten LGU dilindungi hak cipta dan hanya untuk akses pribadi di platform ini.