Chapter 43
Rahasia di Balik Bengkel dan Tembok Tipis Ana - 2 Juni 2026 - 5.228 kata
POV Firman: Layar televisi di hadapan Firman menampilkan gambar yang terus berganti, namun pikirannya berada di tempat lain. Di pangkuannya, Farhan terasa begitu hangat dan ringan. Firman memegang kedua tangan kecil bayi itu, menggerakkannya perlahan mengikuti irama lagu dari iklan televisi—seolah-olah sedang mengajak Farhan berjoget ringan. Di samping kirinya, Cynthia duduk terhimpit di antara dirinya dan Ana. Gadis kecil itu sudah mulai mengantuk, kepalanya sesekali terkantuk menempel di lengan Firman. Suasana yang seharusnya menjadi gambaran sempurna dari sebuah keluarga kecil yang bahagia. Namun, mata Firman tidak sepenuhnya tertuju pada TV. Lewat sudut matanya, ia memperhatikan Ana. Istrinya itu tampak sangat sibuk dengan ponselnya. Jempolnya bergerak lincah, mengetik baris demi baris pesan yang entah ditujukan untuk siapa. Cahaya biru dari layar ponsel memantul di wajah Ana, memperlihatkan ekspresi yang serius, sesekali dahi wanita itu mengernyit seperti sedang memikirkan kata-kata yang pas. Firman merasakan ada sesuatu yang mengganjal di dadanya. Biasanya, Ana hanya sekadar scrolling media sosial atau menonton video resep masakan. Tapi malam ini, Ana seperti sedang melakukan percakapan yang sangat intens. "Asyik bener main HP-nya, dek," celetuk Firman pelan, suaranya berusaha tetap datar namun mengandung selidik. Deg . Tubuh Ana tersentak kecil. Ia hampir saja menjatuhkan ponselnya ke atas pangkuan.
Chapter ini membutuhkan 4 Ink untuk dibaca. Saldo kamu saat ini 0 Ink.
Akses chapter ini bersifat pribadi dan dilindungi hak cipta. Distribusi ulang tanpa izin tidak diperbolehkan.
Masuk untuk MembeliKonten LGU dilindungi hak cipta dan hanya untuk akses pribadi di platform ini.