Chapter 38
Rahasia di Balik Bengkel dan Tembok Tipis Ana - 2 Juni 2026 - 5.890 kata
Ana masih terbaring di kasur dengan dada yang penuh sperma putih kental Pak Sano. Cairan itu mengalir pelan dari belahan dadanya yang dalam, sebagian menetes ke leher, sebagian lagi mengenai pipi dan sudut bibirnya. Ia menatap Pak Sano dengan mata yang masih penuh nafsu, tapi ada nada mengejek kecil di suaranya. “ihhhh… sperma bapak banyak banget.. “ ”lihat ini… ada di mana-mana tuh… di dadaku… di leher… di mulutku juga…” “biasanya tahan lama, kok malam ini cepat sihh keluarnya?” Ia tersenyum nakal sambil mengusap mani yang menetes di dadanya dengan jari, lalu menjilat jarinya pelan di depan Pak Sano, lidahnya berputar mengambil setiap tetes yang tersisa. Pak Sano tersenyum lebar, napasnya masih agak tersengal. Ia menunduk mendekati wajah Ana, suaranya rendah dan penuh godaan. “Memang banyak ya, nduk?” “Itu karena dua minggu bapak ngga ketemu kamu nduk…” “Nafsu bapak ketahan… jadi begitu masuk ke belahan dadamu yang empuk ini… bapak langsung ngga tahan…” Ana tertawa kecil, suaranya manja. Tapi sebelum ia sempat menjawab lagi, Pak Sano sudah menunduk dan mencium bibirnya dengan dalam. Mereka saling bercumbu lagi. Ciuman kali ini lebih basah dan mesum karena bibir Ana masih ada sisa sperma Pak Sano. Lidah mereka saling menari, saling mengisap, saling
Chapter ini membutuhkan 4 Ink untuk dibaca. Saldo kamu saat ini 0 Ink.
Akses chapter ini bersifat pribadi dan dilindungi hak cipta. Distribusi ulang tanpa izin tidak diperbolehkan.
Masuk untuk MembeliKonten LGU dilindungi hak cipta dan hanya untuk akses pribadi di platform ini.