Chapter 36
Rahasia di Balik Bengkel dan Tembok Tipis Ana - 2 Juni 2026 - 7.399 kata
Malam itu, di kamar yang remang-remang hanya diterangi lampu tidur kecil, dua insan itu tenggelam dalam surga dunia mereka sendiri. Ana masih duduk di pangkuan Pak Sano, tubuhnya yang sekarang telanjang menempel rapat. Ia memutar pinggulnya dengan gerakan lambat dan penuh nafsu, vaginanya menggenggam kontol Pak Sano yang tebal dengan erat. Setiap putaran membuat dinding dalamnya menggesek setiap urat di batang kontol Pak Sano, menciptakan gesekan yang panas dan menyiksa nikmat. Pak Sano mendesah rendah, tangannya memegang pinggang Ana, membiarkan perempuan itu memimpin. Tapi nafsunya sudah membara lagi. Ana mulai bergerak lebih cepat. Pinggulnya naik-turun dengan ritme yang semakin liar, payudaranya yang ranum bergoyang ke depan dan ke belakang, mengikuti setiap hentakan. Ia menekan tubuhnya lebih dalam, membiarkan kontol Pak Sano menyentuh titik paling sensitif di dalamnya berulang kali. “Ahh… ahh… mmpphh… ahhh…” Gelombang pertama datang seperti ledakan yang tak terduga. Tubuh Ana menegang hebat, punggungnya melengkung hingga membentuk busur yang kaku di atas sprei. Di bawah sana, otot-ototnya berdenyut liar, menggenggam erat kejantanan Pak Sano yang masih terjaga kokoh. Ana menggigil, jari-jarinya mencengkeram bahu Pak Sano hingga kuku-kukunya memutih, rintihannya panjang dan pecah, seolah-olah seluruh beban hidupnya ikut luruh dalam satu rintihan itu. "Aaaahhh… aku.. . keluar pak… ahhh…!"
Chapter ini membutuhkan 4 Ink untuk dibaca. Saldo kamu saat ini 0 Ink.
Akses chapter ini bersifat pribadi dan dilindungi hak cipta. Distribusi ulang tanpa izin tidak diperbolehkan.
Masuk untuk MembeliKonten LGU dilindungi hak cipta dan hanya untuk akses pribadi di platform ini.