Chapter 32
Rahasia di Balik Bengkel dan Tembok Tipis Ana - 2 Juni 2026 - 3.006 kata
POV Pak Sano Aku masih berdiri diam di balik pintu kamar mandi yang sedikit terbuka, mata kananku menempel rapat ke celah itu. Ana sedang hilang kendali. Tubuhnya yang telanjang berdiri di depan cermin, air shower mengalir pelan di punggungnya. Tangan kanannya meremas payudara kirinya dengan kuat, jari-jarinya mencubit puting hingga warnanya memerah. Tangan kirinya berada di antara pahanya yang terbuka lebar, dua jari tengah dan telunjuknya keluar-masuk vaginanya dengan ritme yang basah dan rakus. Bunyi kecil “cik… cik… cik…” terdengar jelas di antara gemericik air. Wajahnya memerah, mata setengah terpejam, bibirnya terbuka sedikit. Desahannya semakin sering lolos. Dan tiba-tiba… “Ahh… pak sano… yang dalem pak… nghh…” Nama itu keluar dari mulutnya. Aku tersenyum dalam hati. Senyum yang lebar, gelap, penuh kemenangan. “Dia menyebut namaku…” Tanpa pikir panjang lagi, aku melepas semua pakaianku di tempat. Baju, celana pendek, celana dalam — semuanya jatuh ke lantai tanpa suara. Kontolku langsung melompat bebas, sudah sangat keras, tebal, panjang, ujungnya mengkilap dibawah sinar lampu. Ia mengacung tegak, berdenyut-denyut, seolah sudah tidak sabar lagi. Aku memandangi Ana dari celah pintu. Aku tidak menyangka hari ini akan seperti ini. Aku pikir aku harus menunggu lebih lama. Aku pikir aku harus sabar berbulan-bulan lagi. Tapi sekarang… Ana
Chapter ini membutuhkan 2 Ink untuk dibaca. Saldo kamu saat ini 0 Ink.
Akses chapter ini bersifat pribadi dan dilindungi hak cipta. Distribusi ulang tanpa izin tidak diperbolehkan.
Masuk untuk MembeliKonten LGU dilindungi hak cipta dan hanya untuk akses pribadi di platform ini.