Chapter 33
Rahasia di Balik Bengkel dan Tembok Tipis Ana - 2 Juni 2026 - 5.031 kata
Pak Sano melepaskan ciuman mereka dengan napas tersengal. Tanpa kata, tangannya memegang pinggang Ana, membantunya berdiri dari closet duduk. Ana mengikuti dengan tubuh gemetar, kakinya masih lemas karena orgasme sebelumnya. Pak Sano membalikkan tubuh Ana dengan lembut tapi tegas hingga Ana menghadap tembok kamar mandi. Ia mendorong Ana pelan hingga punggung Ana bersandar di permukaan keramik yang dingin dan basah. Air shower masih mengalir di samping mereka, membasahi kedua tubuh yang telanjang. Pak Sano merangkul Ana dari belakang. Tubuh besarnya menempel rapat di punggung Ana, dada bidangnya menekan punggung Ana yang halus. Kontolnya yang keras dan panas terjepit di celah bokong Ana yang montok. Kepalanya ia benamkan di leher belakang Ana, bibir kasarnya menciumi kulit yang basah keringat dengan rakus, lidahnya menjilat garis tulang belakang Ana pelan-pelan. Tangan kirinya naik ke dada Ana, meremas payudara kanan yang kenyal dan berat dengan penuh nafsu. Telapak tangannya menutupi hampir seluruh payudara itu, meremas naik-turun, jari-jarinya menekan daging lembut hingga meluber di sela-sela jari. Ibu jari dan telunjuknya memilin puting yang sudah keras, menarik pelan, lalu meremas lagi dengan ritme yang lambat tapi kuat. Tangan kanannya turun ke bawah, langsung menyentuh vagina Ana yang sudah sangat basah dan mengkilap. Jari tengahnya mengusap celah
Chapter ini membutuhkan 2 Ink untuk dibaca. Saldo kamu saat ini 0 Ink.
Akses chapter ini bersifat pribadi dan dilindungi hak cipta. Distribusi ulang tanpa izin tidak diperbolehkan.
Masuk untuk MembeliKonten LGU dilindungi hak cipta dan hanya untuk akses pribadi di platform ini.