Chapter 25
Rahasia di Balik Bengkel dan Tembok Tipis Ana - 2 Juni 2026 - 3.344 kata
Tatapan mereka saling mengunci lama sekali. Ana tidak berkedip. Matanya tajam, basah, penuh gejolak yang tak terucap. Pak Sano merasa jantungnya seperti mau meledak, DEG… DEG… DEG… begitu keras hingga ia takut Firman bisa mendengarnya dari bengkel. Kemudian, tanpa kata, Ana mulai menunduk pelan. Pak Sano hanya bisa melihat puncak kepala Ana sekarang — rambut hitamnya yang acak-acakan menutupi wajah. Ia tak tahu apa yang akan dilakukan istrinya itu. Nafasnya tertahan. Lalu… Sesuatu yang hangat dan basah menyentuh kulit kontolnya. Lidah Ana. Dengan gerakan yang sangat pelan, sangat sengaja, lidahnya menjulur keluar dan menyapu batang kontol Pak Sano dari bawah ke atas dalam satu sapuan panjang, penuh, dan basah. Lidah itu datar, hangat, dan lembut, menjilat sepanjang urat-urat tebal yang menonjol, naik perlahan hingga ke kepala kontol yang sudah mengkilap. Pak Sano melihat wajah Ana terangkat lagi. Mata Ana kini menatapnya tajam dari bawah — tatapan yang seksi, panas, hampir membara. Bola matanya berkaca-kaca, pipinya merah membara, bibirnya basah dan sedikit terbuka. Lidahnya masih menyentuh ujung kontol, menjilat pelan di celah kecil kepala kontol dengan gerakan melingkar yang menggoda. Sangat binal. Pak Sano langsung merasakan gelombang kenikmatan yang luar biasa menyambar tulang punggungnya. Ia cepat-cepat melirik ke arah bengkel —
Chapter ini membutuhkan 2 Ink untuk dibaca. Saldo kamu saat ini 0 Ink.
Akses chapter ini bersifat pribadi dan dilindungi hak cipta. Distribusi ulang tanpa izin tidak diperbolehkan.
Masuk untuk MembeliKonten LGU dilindungi hak cipta dan hanya untuk akses pribadi di platform ini.