Chapter 24
Rahasia di Balik Bengkel dan Tembok Tipis Ana - 2 Juni 2026 - 3.415 kata
Pak Sano sesekali melirik ke arah bengkel, mata keriputnya menyipit tajam. Firman masih memunggungi warung sepenuhnya, punggungnya yang basah keringat membungkuk dalam sambil membongkar karburator dengan ketukan kunci pas yang ritmis. Suara mesin dan obrolan pelanggan yang hanya satu orang tadi sudah reda. Aman. Untuk sekarang, aman. Ia menunduk pelan ke bawah meja. Di sana, Ana jongkok di balik etalase sempit yang pengap. Wajahnya memerah hebat, mata terpejam rapat, bibir mungilnya tertutup rapat. Ia mencoba memalingkan wajah ke samping, menghindari kontol Pak Sano yang mengacung tepat di depan hidungnya. Rambutnya yang jatuh acak-acakan menutupi sebagian pipi yang panas. Gestur malu-malu itu justru membuat Pak Sano semakin gemas — seperti melihat anak kucing yang ketakutan tapi tak bisa lari. Karena Ana tidak berteriak, tidak menolak keras, Pak Sano tahu: ia sudah menguasai situasi ini, setidaknya untuk beberapa menit ke depan. Tangan kirinya turun pelan, jemari kasar dan berurat itu menjambak rambut Ana dengan lembut tapi tegas. Ia menarik kepala Ana ke atas, memaksa wajah cantik itu mendongak. Sekarang Ana terpaksa berhadapan langsung dengan kontolnya yang sudah sangat keras — tebal, berurat kasar, kepalanya mengkilap basah, hanya beberapa senti dari bibirnya yang tertutup rapat. Ana memejamkan mata lebih erat. Bulu matanya bergetar.
Chapter ini membutuhkan 2 Ink untuk dibaca. Saldo kamu saat ini 0 Ink.
Akses chapter ini bersifat pribadi dan dilindungi hak cipta. Distribusi ulang tanpa izin tidak diperbolehkan.
Masuk untuk MembeliKonten LGU dilindungi hak cipta dan hanya untuk akses pribadi di platform ini.