Chapter 26
Rahasia di Balik Bengkel dan Tembok Tipis Ana - 2 Juni 2026 - 2.088 kata
POV Firman Firman sedang membungkuk dalam di depan bangku kerja, tangannya hitam oli sampai ke siku. Karburator motor pelanggan tergeletak di depannya, dinding dalamnya sudah penuh kerak hitam sisa pembakaran yang lengket dan keras. Ia menyemprotkan karbu cleaner dengan tekanan sedang, cairan kimia itu menyembur tajam, mengikis kotoran yang menempel. SSSSSSST… Bau kimia yang tajam langsung menusuk hidungnya. Ia menyemprot lagi, kali ini lebih teliti di celah-celah kecil, lalu mengambil kompresor angin dan meniupkan udara kencang agar karbu cepat kering. Sembari menunggu, Firman mengusap dahinya dengan lengan baju yang sudah basah. Cuaca siang ini gila. Matahari seperti ingin membakar kulit langsung. Cahaya putih menyilaukan memantul dari aspal jalan di depan bengkel, menusuk matanya sampai ia harus menyipit. Punggungnya basah kuyup, kaos kerjanya menempel lengket di kulit. Tangan kanannya terasa panas dan lengket karena cipratan karbu cleaner yang mengenai kulit. Ia menghela napas pendek, lalu mengangkat kepala, matanya mencari-cari ke arah warung. Mana Ana? Biasanya istrinya itu kelihatan dari sini — duduk di kursi kayu, rambut diikat rapi, daster kremnya menempel ringan di tubuh yang semakin berisi. Tapi sekarang warung terlihat sepi. Meja kosong. Kursi Ana kosong. Hanya Pak Sano yang duduk di sana, kepalanya menunduk ke buku catatan, tangan kanannya
Chapter ini membutuhkan 2 Ink untuk dibaca. Saldo kamu saat ini 0 Ink.
Akses chapter ini bersifat pribadi dan dilindungi hak cipta. Distribusi ulang tanpa izin tidak diperbolehkan.
Masuk untuk MembeliKonten LGU dilindungi hak cipta dan hanya untuk akses pribadi di platform ini.