Chapter 22
Rahasia di Balik Bengkel dan Tembok Tipis Ana - 2 Juni 2026 - 3.333 kata
POV Ana: Aku masih menindih tubuh Mas Firman. Kulit kami saling menempel hangat, dadanya naik-turun di bawah payudaraku. Bibir kami baru saja terlepas dari ciuman yang lembut, tapi napas Mas masih berat di wajahku. Aku merasakan kehangatan tubuhnya yang tulus, tangannya yang kasar karena kerja bengkel mengusap pinggangku pelan, penuh kasih sayang. Lalu Mas Firman mengangkat tubuhku sedikit. Tangan kanannya meraih laci samping ranjang. Aku mendengar suara kayu bergeser pelan. Jantungku berdegup kencang, tapi bukan karena nafsu. Mas mengeluarkan sebuah kemasan kecil berwarna hitam mengkilap. Ia mengangkatnya di depan wajahku, matanya berbinar seperti anak kecil yang baru dapat mainan. Tulisan putih kecil di kemasan itu tertulis “Tissue Magic”. Aku tahu apa itu. Obat bius. Sesuatu yang bisa membuatnya tahan lebih lama. Baru kali ini aku melihat benda itu. Selama empat tahun menikah, aku belum pernah melihat Mas Firman memakai benda seperti ini. Mas Firman selalu seperti biasa — cepat, tulus, dan sederhana. Tapi malam ini Mas tersenyum lebar, matanya penuh harap, jarinya menunjuk tulisan kecil itu seolah sedang memamerkan hadiah terbaik di dunia. Mas… kamu sampai segininya berusaha muasin aku… sampai harus pakai obat-obatan ini… Pikiran itu menusuk hatiku seperti jarum dingin. Dari sudut pandang Mas Firman, ini hangat sekali.
Chapter ini membutuhkan 2 Ink untuk dibaca. Saldo kamu saat ini 0 Ink.
Akses chapter ini bersifat pribadi dan dilindungi hak cipta. Distribusi ulang tanpa izin tidak diperbolehkan.
Masuk untuk MembeliKonten LGU dilindungi hak cipta dan hanya untuk akses pribadi di platform ini.