Chapter 20
Rahasia di Balik Bengkel dan Tembok Tipis Ana - 2 Juni 2026 - 2.130 kata
Slurp… schlup… “Ahh… enak banget, Nduk…” rintih Pak Sano, kepalanya mendongak sedikit. “Mulutmu angett… lidahmu… hhh… jangan berhenti…” Ana terus bergerak. Ia menghisap lebih dalam, mulutnya naik-turun sepanjang batang kontol yang tebal, lidahnya menjilat lingkaran di sekitar kepala kontol setiap kali naik, lalu menekan kuat di bagian bawah saat turun lagi. Gerakan berulang, lambat tapi ritmis. Slurp… gluck… schlup… “Hahh… ahh… enak… ” Pak Sano mendesah panjang, pinggulnya bergerak sedikit maju. “Terus… hisap lebih kuat sedikit… uhh…” suaranya pelan seperti bisik-bisik. Ana merasakan kontol itu berdenyut di lidahnya. Panasnya membakar mulutnya, rasa asin dan maskulin memenuhi tenggorokannya. Matanya terpejam rapat, air mata menggenang di pelupuk. Setiap kali ia menghisap, pikirannya berputar kacau — Firman di luar, suara mesin yang masih terdengar samar, janji yang sudah dilanggar lagi. Tapi ia terus bergerak. Mulutnya naik-turun, menghisap dengan ritme yang semakin mantap meski hatinya menolak. Lidahnya menjilat naik-turun berulang, membersihkan cairan bening yang terus meleleh dari ujung kontol Pak Sano. Slurp… schlurp… gluck… “Ahh… bagus… Nduk… kamu bikin Bapak hampir gila… hahh…” Pak Sano mengerang pelan, tangan kanannya pelan menyentuh rambut Ana, tidak menekan, hanya mengusap lembut. “Jangan berhenti… ya gitu… uhh…” Ana menghisap lebih dalam lagi. Bibirnya meregang maksimal mengelilingi batang tebal
Chapter ini membutuhkan 2 Ink untuk dibaca. Saldo kamu saat ini 0 Ink.
Akses chapter ini bersifat pribadi dan dilindungi hak cipta. Distribusi ulang tanpa izin tidak diperbolehkan.
Masuk untuk MembeliKonten LGU dilindungi hak cipta dan hanya untuk akses pribadi di platform ini.