Chapter 19
Rahasia di Balik Bengkel dan Tembok Tipis Ana - 2 Juni 2026 - 2.486 kata
Ana tersentak kecil saat mendengar suara langkah di belakangnya. Sapunya berhenti bergerak di tengah debu yang beterbangan. Ia menoleh pelan, dan jantungnya langsung berdegup kencang. Pak Sano berdiri di ambang pintu kamar, tubuhnya yang besar memenuhi celah pintu. Cahaya pagi dari belakangnya membuat bayangannya tampak lebih gelap. “Pak Firman tadi nyuruh bapak buat bantu Ibu bersihin gudang ini,” katanya dengan suara rendah dan sopan. “Katanya ada motor yang harus dibongkar mesin, jadi dia yang handle sendiri.” Ana merasa napasnya tersangkut. Tangannya mencengkeram gagang sapu lebih erat hingga buku jarinya memutih. Ia sedikit curiga, takut Pak Sano berbuat hal-hal yang tidak-tidak. Setelah kejadian di ranjang beberapa hari yang lalu, setiap kehadiran Pak Sano terasa seperti ancaman yang dibungkus sopan santun. “Eh… i..i.. i-iya, Pak,” jawabnya tergagap, suaranya gugup dan terbata-bata. “Tapi… ngga usah repot-repot. Saya bisa sendiri kok…” Pak Sano tersenyum tipis, langkahnya pelan masuk ke kamar. Ia tidak terburu-buru, gerakannya tenang seperti orang yang sedang membantu tetangga biasa. “Nggak apa-apa, Bu. Biar saya bantu angkat barang yang berat. Ibu tinggal pilih mana yang disimpan dan dibuang.” Ana menunduk lebih dalam, tangannya kembali menyapu debu dengan gerakan yang kaku. Pak Sano mulai mengangkat kardus-kardus lama yang berat, meletakkannya di luar gudang
Chapter ini membutuhkan 2 Ink untuk dibaca. Saldo kamu saat ini 0 Ink.
Akses chapter ini bersifat pribadi dan dilindungi hak cipta. Distribusi ulang tanpa izin tidak diperbolehkan.
Masuk untuk MembeliKonten LGU dilindungi hak cipta dan hanya untuk akses pribadi di platform ini.