Chapter 16
Rahasia di Balik Bengkel dan Tembok Tipis Ana - 2 Juni 2026 - 2.407 kata
Pak Sano sudah tak bisa mengendalikan nafsunya lagi. Pinggulnya mulai bergerak lebih cepat, kontolnya yang tebal keluar-masuk vagina Ana dengan ritme yang semakin rakus. Setiap dorongan menghantam dalam, ujung kontolnya menekan dinding rahim Ana dengan kuat. Tangan kirinya meremas payudara Ana dengan kasar, jari-jarinya memilin puting yang sudah keras, sementara mulutnya menciumi leher Ana tanpa henti, menghisap dan menjilat kulit yang berkeringat. “Ahh… punyamu… enak banget… ahhhh…” desahnya serak di telinga Ana, lupa bahwa gerakannya sudah terlalu kuat dan bisa membangunkan Ana. Ana mulai bergerak pelan. Kelopak matanya berkedip-kedip. Tubuhnya merasakan sensasi penuh dan panas yang luar biasa di dalam vaginanya, tapi pikirannya masih kabur karena baru bangun dari tidur lelap. Ia mengerjap, mencoba memproses apa yang terjadi. "Mas?" Suara Ana keluar lemah, masih setengah sadar. “Mas… Firman…?” Pak Sano yang sedang terbawa nafsu menjawab tanpa berpikir, suaranya mesra dan serak: “Iya, sayang… ini akuu” Ana terdiam sebentar. Suara itu… bukan suara Mas Firman. Matanya membelalak. Kesadaran datang seperti air dingin yang disiram ke wajahnya. “PAK SANOOO!!” Suara Ana langsung tinggi dan ketakutan. Tubuhnya berontak hebat, tangannya mencoba mendorong tubuh besar Pak Sano dari belakang. “Apa yang bapak lakuin?! Lepasin!!” Pak Sano kaget berat. Matanya melebar. Dengan cepat tangan kanannya
Chapter ini membutuhkan 2 Ink untuk dibaca. Saldo kamu saat ini 0 Ink.
Akses chapter ini bersifat pribadi dan dilindungi hak cipta. Distribusi ulang tanpa izin tidak diperbolehkan.
Masuk untuk MembeliKonten LGU dilindungi hak cipta dan hanya untuk akses pribadi di platform ini.