Chapter 12
Rahasia di Balik Bengkel dan Tembok Tipis Ana - 2 Juni 2026 - 4.489 kata
POV Ana Aku menggenggam erat pinggiran wastafel, jari-jari pucatku memutih sampai terasa nyeri di tulang. Air dingin mengalir deras di bawah tanganku, tapi aku tak bisa melihatnya lagi — mataku terpejam erat, seolah menutup seluruh dunia di luar kegelapan kelopak ini. Invasinya terasa tak kenal ampun, merangsek masuk mili demi mili. Kehadiran yang besar dan asing itu membelah pertahananku, menggesek kasar setiap sudut dalam diriku yang selama ini tak pernah dipaksa meregang sejauh ini. Rasa penuh yang menyesakkan, panas yang membakar, dan nyeri yang menusuk sampai ke ulu hati membuat lututku gemetar hebat. Aku merasakan setiap inci tekanan itu — beban yang tak pernah terhenti, gesekan panas yang menuntut, dan denyutan yang terasa begitu hidup sekaligus memuakkan di dalam sana. Napas ku tersengal pendek, dadaku naik turun cepat, tapi tak ada suara yang mampu keluar selain hembusan napas yang tertahan di tenggorokan yang terasa mencekik. "Ya tuhan... mengapa ini terjadi kepadaku... aku ini… istri yang setia." Pikiran itu berputar seperti pisau yang berulang kali menusuk. Aku yang selalu menunggu Firman pulang dengan senyum, yang memasak untuknya setiap malam, yang memeluknya saat ia lelah setelah pulang kerja. Aku yang berjanji di depan Tuhan untuk setia sampai akhir hayatku. Sekarang… aku merasa
Chapter ini membutuhkan 2 Ink untuk dibaca. Saldo kamu saat ini 0 Ink.
Akses chapter ini bersifat pribadi dan dilindungi hak cipta. Distribusi ulang tanpa izin tidak diperbolehkan.
Masuk untuk MembeliKonten LGU dilindungi hak cipta dan hanya untuk akses pribadi di platform ini.