Chapter 4
TABIR: Jebakan Dukun Cabul - 17 Juni 2026 - 5.476 kata
Serial Antologi [TABIR] 01: Jeratan Dukun Cabul Roda motor bebek tua itu berputar lambat, membelah jalanan tanah Desa Sumberejo yang becek dan licin setelah dihantam badai malam. Udara subuh terasa sangat menggigit, membawa sisa uap dingin yang menusuk menembus pori-pori pakaian. Di atas jok motor yang sempit, tidak ada percakipan yang tercipta. Keheningan di antara mereka berdua terasa begitu padat, berat, dan mencekik. Pak Hadi fokus mencengkeram stang motor, sesekali membetulkan posisi duduknya yang kaku. Wajahnya yang kusam diguyur hawa dingin, namun guratan di keningnya tidak lagi memperlihatkan ketegangan yang akut seperti semalam. Sementara di belakangnya, Laras duduk dengan posisi tubuh yang sangat janggal. Ia menolak untuk memeluk pinggang suaminya. Kedua tangannya sendiri justru merapat di depan dada, mencengkeram erat lipatan jaket kainnya yang masih terasa lembap. Kepala Laras tertunduk dalam, menyembunyikan wajah pucatnya di balik helaian jilbab biru tua yang menyentuh dagu. Setiap kali roda motor menghantam lubang jalan dan menciptakan guncangan, Laras akan tersentak kecil. Guncangan fisik itu seolah melempar kesadarannya kembali ke atas kasur rotan berkaki rendah di ruang belakang rumah Mbah Suro. Di dalam kepalanya, suara derit engsel pintu jati yang dikunci dari dalam kembali terngiang dengan sangat nyaring. Laras memejamkan matanya rapat-rapat, mencoba mengusir kilasan
Chapter ini membutuhkan 2 Ink untuk dibaca. Saldo kamu saat ini 0 Ink.
Akses chapter ini bersifat pribadi dan dilindungi hak cipta. Distribusi ulang tanpa izin tidak diperbolehkan.
Masuk untuk MembeliKonten LGU dilindungi hak cipta dan hanya untuk akses pribadi di platform ini.