Chapter 5
TABIR: Jebakan Dukun Cabul - 17 Juni 2026 - 7.106 kata
Serial Antologi [TABIR] 01: Jeratan Dukun Cabul Pintu jati itu tertutup dengan derit yang panjang dan berat. Bunyi kunci yang diputar dari dalam terdengar sangat jelas di ruang ritual yang pengap. Klik kecil itu nyaris tak terdengar, tapi bagi Laras bunyi itu seperti palu yang menghantam dada. Dunia luar lenyap seketika. Yang tersisa hanya ruangan sempit ini, bau kemenyan lama yang sudah meresap ke dinding kayu, dan sosok Mbah Suro yang berdiri membelakangi pintu. Mbah Suro tidak langsung berbalik. Ia membiarkan tangannya tetap menyentuh permukaan kayu yang kasar beberapa saat lebih lama. Jemarinya yang tebal dan berurat perlahan menuruni gagang pintu. Di balik wajah tenangnya, ada kepuasan yang dingin dan dalam mengalir pelan seperti minyak di pembuluh darah. Perangkap yang ia pasang tiga bulan lalu akhirnya bekerja dengan sempurna. Mangsa tidak hanya kembali. Mangsa datang dengan kaki sendiri dan menyerahkan lehernya secara sukarela. Ia menarik napas dalam-dalam. Bau kemenyan yang pekat masuk ke paru-parunya. Bau itu selalu memberinya ketenangan yang aneh sebelum ia mulai bekerja. Mbah Suro akhirnya berbalik pelan. Cahaya lilin dari meja kecil di pojok ruangan menyinari separuh wajahnya. Separuh lainnya tetap dalam bayangan. "Nyuwun sewu nggih, Bu Laras," ucapnya dengan suara rendah dan halus. Laras berdiri di
Chapter ini membutuhkan 10 Ink untuk dibaca. Saldo kamu saat ini 0 Ink.
Akses chapter ini bersifat pribadi dan dilindungi hak cipta. Distribusi ulang tanpa izin tidak diperbolehkan.
Masuk untuk MembeliKonten LGU dilindungi hak cipta dan hanya untuk akses pribadi di platform ini.