Chapter 3
TABIR: Jebakan Dukun Cabul - 17 Juni 2026 - 5.407 kata
Serial Antologi [TABIR] 01: Jeratan Dukun Cabul Mbah Suro bangkit dengan tenang. Langkah kakinya pelan, nyaris tanpa suara menyusuri lantai semen menuju pintu depan. Ketika daun pintu kayu itu dibuka, angin malam yang menggigit dan bau tanah basah yang pekat langsung menyusup masuk, meremangkan bulu kuduk. Di ambang pintu, berdiri Pak Hadi dan Laras. Wajah Pak Hadi tampak tegang, menyerupai raut seorang pria yang baru saja kalah bertaruh dan tidak punya pilihan lain untuk bertahan hidup. Matanya lelah, dikelilingi lingkaran hitam yang dalam. Bahunya basah kuyup oleh sisa perjalanan menembus badai. Sementara Laras, wanita itu memilih berdiri persis di belakang punggung suaminya. Kepalanya tertunduk sangat dalam hingga dagunya nyaris menyentuh dada. Ia sama sekali tidak berani menatap Mbah Suro. Jilbab biru tuanya lepek tersiram air. Gamis panjangnya yang berbahan tipis menempel ketat di tubuh karena basah. "Nyuwun sewu nggih, Mbah," kata Pak Hadi dengan suara rendah, parau oleh hawa dingin. "Ngapunten kulo ngganggu bengi-bengi ngenten." Ia terdengar sungkan karena datang di tengah malam dan cuaca yang buruk. Mbah Suro tersenyum lembut. Suaranya beralih halus, sangat kontras dengan badai di luar, memancarkan kepedulian seorang pelindung. "Mboten nopo-nopo, Pak Hadi. Monggo, monggo pinarak," ujarnya pelan. "Udané deres bengi iki. Sakjane kenapa ora
Chapter ini membutuhkan 2 Ink untuk dibaca. Saldo kamu saat ini 0 Ink.
Akses chapter ini bersifat pribadi dan dilindungi hak cipta. Distribusi ulang tanpa izin tidak diperbolehkan.
Masuk untuk MembeliKonten LGU dilindungi hak cipta dan hanya untuk akses pribadi di platform ini.