Chapter 8
Istriku Yang Terampas - 31 Mei 2026 - 3.861 kata
Mata Maya langsung tajam, menyipit. Ia menggelengkan kepalanya kuat-kuat. “Mmm… nggak mau, Mas… jorok…” “Gpp, Sayang… bentar aja kok,” bisikku lembut, suaraku penuh rayuan. “Ini udah aku bersihin tadi…” “Aku nggak bisa, Mas… maaf…” suaranya kecil, hampir gemetar, matanya tidak berani menatap langsung ke penis yang berada hanya beberapa senti dari bibirnya. “Coba dulu pelan-pelan ya…” Aku menarik tangan kanan Maya pelan dan lembut. Ia mengikuti, tapi hanya dengan ujung jempol dan telunjuk, memegang penis dengan sangat kaku, seperti memegang barang asing yang panas. Aku tersenyum gemas melihat istrinya yang polos itu. “Gini, Sayang…” Aku memandu kedua tangannya. Jari-jari lentik Maya yang lembut tapi kaku bergerak mengikuti arahanku. Akhirnya tangannya menggenggam penuh batang penis yang panas dan berdenyut. “Coba gerakin tangan kamu maju mundur, Sayang…” Aku memperagakan gerakannya dengan tanganku sendiri di atas tangan Maya. Maya menuruti dengan malu-malu. Gerakannya pelan, kaku, dan masih kering. Cincin pernikahan di jari manisnya sesekali bergesekan dengan kulit penis, memberikan sensasi dingin yang aneh. Aku mendesah pelan. “Enak… tapi masih kurang licin, Sayang…” Maya menatapku bingung, napasnya masih cepat. “Pake apa, Mas? Body lotion mau?” “Jangan… nggak enak. Aku maunya… yang alami.” Aku jeda sebentar, lalu mendekatkan ujung penis yang sudah basah precum ke
Chapter ini membutuhkan 3 Ink untuk dibaca. Saldo kamu saat ini 0 Ink.
Akses chapter ini bersifat pribadi dan dilindungi hak cipta. Distribusi ulang tanpa izin tidak diperbolehkan.
Masuk untuk MembeliKonten LGU dilindungi hak cipta dan hanya untuk akses pribadi di platform ini.