Chapter 7
Istriku Yang Terampas - 31 Mei 2026 - 3.537 kata
Pagi itu aku terbangun dengan kepala yang masih berat. Rutinitas berjalan seperti biasa. Maya sudah lebih dulu di dapur, menyiapkan sarapan sederhana — nasi goreng telor dan gorengan tempe yang masih hangat. Kami sarapan berdua di meja makan, diam yang nyaman, hanya denting sendok dan sesekali suara Maya yang pelan bertanya, “Mas, gorengannya enak?” Aku mengangguk, tersenyum tipis. “Enak, Sayang. Makasih.” Hari ini aku WFH. Deployment besar sudah selesai kemarin, tinggal task-task kecil yang bisa dikerjakan dari rumah. Jadi setelah sarapan, Maya sibuk membersihkan piring dan memasukkan baju kotor ke mesin cuci. Aku duduk di teras depan, secangkir kopi hitam panas di tangan dan ditemani sepiring gorengan yang masih mengepul. Pagi masih sejuk. Tetangga-tetangga mulai keluar rumah, motor dan mobil menyala satu per satu, membawa mereka ke kantor. Aku memperhatikan mereka dari teras — rutinitas yang sama setiap hari. Tangan kananku masih memegang ponsel. Aku ingat janji semalam pada diri sendiri: Aku harus menghapus akun itu. Ini berbahaya. Ini harus dihentikan. Aku menarik napas dalam-dalam, membuka browser, lalu masuk ke situs itu untuk terakhir kalinya. Niatku hanya mau menghapus akun, lalu blokir situsnya selamanya. Tapi begitu halaman utama terbuka… Notifikasi langsung membanjiri layar. 99+ Notifikasi 47 Pesan Masuk (DM) Mataku
Chapter ini membutuhkan 2 Ink untuk dibaca. Saldo kamu saat ini 0 Ink.
Akses chapter ini bersifat pribadi dan dilindungi hak cipta. Distribusi ulang tanpa izin tidak diperbolehkan.
Masuk untuk MembeliKonten LGU dilindungi hak cipta dan hanya untuk akses pribadi di platform ini.