Chapter 6
Istriku Yang Terampas - 31 Mei 2026 - 2.303 kata
Sudah seminggu berlalu sejak malam pertama aku membuka forum itu. Di permukaan, hidup kami berjalan seperti biasa. Pagi-pagi Maya bangun lebih dulu, menyiapkan sarapan dan suplemennya, shalat berjamaah, lalu aku berangkat ke kantor. Sore aku pulang, kami makan malam dalam diam yang nyaman, shalat Magrib dan Isya berjamaah, Maya mencium tanganku seperti biasa, lalu kami tidur. Rutinitas yang cukup repetitif. Tapi di balik semua itu, hanya aku yang tahu — aku sudah mulai kecanduan. Setiap malam, setelah Maya tertidur pulas (biasanya dalam hitungan menit setelah shalat Isya), aku menunggu napasnya benar-benar teratur. Begitu yakin dia sudah terlelap, tanganku meraih ponsel di nakas. Mode Incognito langsung kubuka. Nama situs itu sudah tersimpan di bookmark. Aku masuk. Setiap malam aku bilang pada diri sendiri, “Cuma lihat sebentar saja.” Tapi sebentar itu selalu menjadi lama. Aku mulai membaca thread demi thread tentang istri-istri alim yang “perlahan berubah”. Aku sudah hafal beberapa username tetap. Aku tahu thread mana yang update tiap malam. Aku tahu thread mana yang paling banyak foto dan video. Semakin lama, aku tidak hanya membaca. Aku mulai membayangkan. Setiap kali melihat foto seorang istri berhijab yang gamisnya tersingkap, wajah Maya yang muncul di pikiranku. Setiap kali ada cerita suami yang duduk
Chapter ini membutuhkan 2 Ink untuk dibaca. Saldo kamu saat ini 0 Ink.
Akses chapter ini bersifat pribadi dan dilindungi hak cipta. Distribusi ulang tanpa izin tidak diperbolehkan.
Masuk untuk MembeliKonten LGU dilindungi hak cipta dan hanya untuk akses pribadi di platform ini.