Chapter 31
Istriku Yang Terampas - 9 September 2026 - 2.163 kata
“Mas...” Aku tidak menoleh dari baut di tanganku. “Hmm?” “Mas...” “Iya, denger...” “Itu miring...” Tanganku berhenti. Aku mengangkat kepala dari lantai. Maya duduk di ujung ranjang sambil memeluk bantal kecil di depan perutnya yang kini membulat besar. Daster longgar warna krem menutupi tubuhnya sampai mata kaki. Rambutnya dikuncir asal, beberapa helai menempel di pelipis karena udara siang yang cukup panas meski pendingin ruangan kamar menyala tenang. Tatapannya tertuju lurus pada ranjang bayi di depanku. “Nggak miring.” “Miring...” Aku berdiri, mundur dua langkah, lalu menyipitkan mata. Empat kaki kayu itu tampak berdiri sempurna di atas ubin. “Lurus ini...” Maya menunjuk sisi kanan dengan dagunya. “Yang sana lebih rendah.” “Perspektif itumah...” “Perspektif apaan?” “Sudut lihat kamu.” Maya menatapku beberapa detik tanpa berkedip. “Sekarang salah mataku?” “Bukan salah. Cuma sudutnya.” “Mas...” Aku menahan tawa. “Apa?” “Dari tadi aku duduk di tempat yang sama.” Aku kembali berjongkok dan mengencangkan baut bagian bawah. “Udah, nanti juga lurus.” “Katanya tadi udah lurus.” Tanganku berhenti lagi. Aku menoleh perlahan, mendapati Maya sudah tersenyum tipis. “Oh, ngajak ribut?” “Bener, kan?” Aku bangkit, mengambil ponsel di atas meja kerja di sudut kamar, lalu membuka aplikasi pengukur kemiringan. Maya langsung tertawa melihat keseriusanku yang berlebihan. “Ya Allah, serius banget…” “Biar
Chapter ini membutuhkan 2 Ink untuk dibaca. Saldo kamu saat ini 0 Ink.
Akses chapter ini bersifat pribadi dan dilindungi hak cipta. Distribusi ulang tanpa izin tidak diperbolehkan.
Masuk untuk MembeliKonten LGU dilindungi hak cipta dan hanya untuk akses pribadi di platform ini.