Chapter 32
Istriku Yang Terampas - 9 September 2026 - 1.346 kata
Perekat popok di tanganku berhenti tepat sebelum menyentuh kulit paha bayi kami yang sejak tadi bergerak tidak sabar. Di seberang sofa, Maya memperhatikan sembari memangku tumpukan pakaian kecil yang baru selesai dilipat. “Mas, itu kebalik.” “Nggak, kok.” “Bagian belakangnya di depan.” Aku melirik gambar beruang dan garis indikator biru pada popok, lalu membandingkannya dengan bungkus plastik kosong di atas meja. Maya sudah menahan senyum melihat usahaku mencari pembenaran atas desain pabrik. Ketika si kecil mulai mengeluarkan suara rewel sambil menendang-nendang udara, aku buru-buru membetulkan posisinya, memutar popok, lalu memasang perekatnya dengan benar sebelum mengangkat tubuh mungil itu ke dadaku. “Nah, beres.” “Udah benar posisinya?” Maya melirik dengan nada menggoda. “Jangan meragukan jam terbang profesional.” “Pasang popok satu aja butuh waktu lima menit.” “Yang penting hasil akhirnya presisi.” Aku menyandarkan kepala si kecil di bawah daguku. Di sekeliling kami, ruang tamu yang selama empat tahun sunyi kini dipenuhi botol susu, kain kecil di sandaran sofa, mainan kerincingan, dan keranjang cucian di dekat kaki Maya. Rumah ini tidak pernah lagi benar-benar hening, dan anehnya aku sudah lupa bagaimana rasanya hidup sebelum ada semua kebisingan ini. “Nanti sore Mas yang mandiin Dedek, ya,” ujar Maya seraya mengambil sehelai kaus dari keranjang. “Aku mau
Chapter ini membutuhkan 2 Ink untuk dibaca. Saldo kamu saat ini 0 Ink.
Akses chapter ini bersifat pribadi dan dilindungi hak cipta. Distribusi ulang tanpa izin tidak diperbolehkan.
Masuk untuk MembeliKonten LGU dilindungi hak cipta dan hanya untuk akses pribadi di platform ini.