Chapter 30
Istriku Yang Terampas - 9 September 2026 - 1.751 kata
“Yank...” Maya yang sedang merapikan selimut berhenti. Aku masih duduk mematung di depan meja kerja di sudut kamar. Laptop sudah menyala sejak tadi, tetapi layarnya hanya menampilkan halaman kosong yang belum kusentuh hampir dua puluh menit. Amplop putih tergeletak di samping mouse. Perlahan, kuraih amplop itu. “Mas kemarin periksa.” Maya mengernyit. “Periksa apa?” Aku tidak langsung menjawab, hanya mengulurkan amplop itu kepadanya. Maya berjalan mendekat, menerimanya dengan kedua tangan, lalu membuka lipatan kertas di dalamnya. Matanya bergerak menyusuri baris atas lembar pemeriksaan. Keningnya perlahan berkerut rapat. “Analisis...” Bibirnya mengeja pelan sebelum menatapku. “Sperma?” “Iya...” Tatapan Maya kembali ke lembaran kertas. Beberapa detik bergulir dalam hening. “Mas periksa kapan?” “Kemarin.” “Sendiri?” Aku mengangguk kaku. Maya menurunkan kertas sedikit. “Kenapa nggak bilang?” Pertanyaan itu meluncur tanpa nada tuduhan, dan justru karena ketenangan itulah aku semakin sulit menjawab. “Takut.” “Takut apa?” Aku menatap amplop di genggamannya. Ada banyak jawaban yang bisa kuberikan: takut hasilnya buruk, takut mengetahui selama ini tubuhku juga bermasalah, takut kemungkinan yang memenuhi kepalaku bertambah satu lagi. Dan satu jawaban yang jelas mustahil kukatakan: takut semakin sulit meyakinkan diri bahwa anak di dalam perutnya benar-benar darah dagingku. “Hasilnya,” jawabku akhirnya. “Mas takut lihat hasilnya.” Maya terdiam sebentar. Ia melangkah lalu
Chapter ini membutuhkan 2 Ink untuk dibaca. Saldo kamu saat ini 0 Ink.
Akses chapter ini bersifat pribadi dan dilindungi hak cipta. Distribusi ulang tanpa izin tidak diperbolehkan.
Masuk untuk MembeliKonten LGU dilindungi hak cipta dan hanya untuk akses pribadi di platform ini.