Chapter 29
Istriku Yang Terampas - 9 September 2026 - 3.834 kata
“Mas, itu taruh.” Langkahku terhenti saat mulai memasuki rumah. Aku menoleh ke arah Maya yang berdiri di ambang pintu dengan kedua tangan berkacak pinggang. Tatapannya tertuju lurus pada kantong plastik belanjaan yang sedang kujinjing. “Kenapa, Yank?” “Siniin.” “Buat apa?” “Biar aku yang bawa.” Maya melangkah mendekat, melirik kantong di tanganku, lalu kembali menatap wajahku lekat-lekat. “Isinya cuma roti tawar sama susu kotak.” “Iya.” “Bukan tabung gas melon.” “Tetap aja ada beratnya.” “Berat dari mana coba?” Aku mengangkat kantong itu sedikit lebih tinggi. “Lumayan, ada sekilo lebih.” Maya menghembuskan napas panjang, kepalanya menggeleng pelan. “Mas…” “Hmm?” “Aku ini lagi hamil.” “Iya, makanya.” “Bukan baru selesai operasi besar.” Aku menahan senyum yang hampir mekar di bibir. “Terus?” “Jangan semua barang diambil alih.” “Siapa yang ngambil alih semuanya?” “Tadi pagi keranjang cucian diambil.” “Itu kan berat.” “Isinya cuma handuk tiga lembar.” “Handuk kalau kena lembap beratnya nambah.” “Itu handuk kering, Mas Arya.” Aku terdiam, kehabisan dalih. Maya menaikkan sebelah alisnya, menatapku penuh kemenangan. Aku berdeham pelan untuk menutupi rasa canggung. “Ya tetap aja harus hati-hati.” “Ya Allah...” gumamnya pelan seraya melangkah maju, berusaha meraih kantong plastik dari tanganku. Secara refleks aku mengangkat lengan lebih tinggi agar tidak terjangkau olehnya. “Mas!” “Jangan, Sayang.” “Aku
Chapter ini membutuhkan 2 Ink untuk dibaca. Saldo kamu saat ini 0 Ink.
Akses chapter ini bersifat pribadi dan dilindungi hak cipta. Distribusi ulang tanpa izin tidak diperbolehkan.
Masuk untuk MembeliKonten LGU dilindungi hak cipta dan hanya untuk akses pribadi di platform ini.