Chapter 28
Istriku Yang Terampas - 9 September 2026 - 3.552 kata
Alarm di atas nakas entah sudah berdering berapa kali ketika berkas cahaya matahari pagi akhirnya menerobos celah tirai, jatuh menghangatkan separuh wajahku. Aku mengerjapkan mata perlahan, mengumpulkan kesadaran yang masih mengambang. Udara kamar terasa dingin menusuk kulit akibat hembusan pendingin ruangan, tetapi kehangatan di balik selimut tebal menepisnya. Tubuh Maya menempel pasrah di sisiku. Kepalanya terbenam nyaman di dadaku, satu lengannya melingkar malas di pinggangku, sementara kedua kakinya menyelip di antara kakiku, seolah sejak malam tadi kami tidak pernah bergeser sejengkal pun. Tanganku meraba permukaan nakas yang dingin, mencari ponsel. 08.47. "Anjir..." gumamku lirih. Maya menggeliat pelan di dalam dekapanku. "Kenapa, Mas...?" suaranya serak dan berat, tertahan oleh sisa kantuk yang pekat. Aku memiringkan layar ponsel ke arahnya. "Jam sembilan kurang." Kelopak matanya terbuka setengah. Selama beberapa detik ia hanya menatap angka digital itu dengan tatapan kosong, sebelum akhirnya mendesah panjang dan kembali menyembunyikan wajahnya di dadaku. "Bodo amat..." Aku terkekeh pelan. "Kemarin siapa coba yang bilang mau nyuci baju pagi-pagi?" "Mamas..." "Lho, kok aku?" "Yang bikin aku tidur telat semalam siapa?" Aku menunduk, menatap puncak kepalanya. Maya sepertinya baru menyadari apa yang baru saja ia katakan. Pipinya merona tipis, dan ia buru-buru menarik ujung selimut hingga menutupi sebagian wajahnya.
Chapter ini membutuhkan 2 Ink untuk dibaca. Saldo kamu saat ini 0 Ink.
Akses chapter ini bersifat pribadi dan dilindungi hak cipta. Distribusi ulang tanpa izin tidak diperbolehkan.
Masuk untuk MembeliKonten LGU dilindungi hak cipta dan hanya untuk akses pribadi di platform ini.