Chapter 27
Istriku Yang Terampas - 9 September 2026 - 6.660 kata
“Mas lagi buka chat Pak Broto?” Pertanyaan itu meluncur begitu tenang dari belakang punggungku, cukup untuk membuat jempol yang melayang di atas kolom pesan mendadak membeku. Maya berdiri tepat di balik sofa sambil mendekap keranjang cucian kering. Tatapannya tidak menuntut, tidak pula menuduh, tetapi sepasang matanya tertuju lurus pada nama yang terpampang di bilah atas layar ponselku. “Iya.” “Dia ngechat?” “Nggak.” Maya mengangguk pelan, hanya gumaman tipis yang lolos dari bibirnya. “Ohhh…” Ia melangkah melewatiku tanpa sepatah kata lagi, menaruh keranjang cucian ke meja. Udara di ruang tengah mendadak menyisakan keheningan yang janggal. Kutatap kembali pendar layar di genggamanku. Baris percakapan terakhir itu masih bertengger kaku dari beberapa hari yang lalu: Pak Broto: “Nggih, Mas.” Hanya itu. Tidak ada pesan lanjutan. Pak Broto tidak menanyakan kabar Maya, tidak menyelidiki apakah ada amarah yang tertinggal di rumah ini, dan tidak berusaha memancing celah obrolan baru. Pria tua itu benar-benar memegang janjinya. Kutaruh ponsel di atas bantalan sofa. Di seberang meja, Maya mulai melipat pakaian satu demi satu. Gerakan tangannya teratur dan begitu telaten, ritme domestik yang seolah berusaha menyerap seluruh kegelisahan di dalam ruangan. Aku duduk mematung selama beberapa menit, terus mengamati lekuk wajahnya hingga Maya akhirnya mendongak. “Kenapa dari tadi
Chapter ini membutuhkan 2 Ink untuk dibaca. Saldo kamu saat ini 0 Ink.
Akses chapter ini bersifat pribadi dan dilindungi hak cipta. Distribusi ulang tanpa izin tidak diperbolehkan.
Masuk untuk MembeliKonten LGU dilindungi hak cipta dan hanya untuk akses pribadi di platform ini.