Chapter 24
Istriku Yang Terampas - 17 Agustus 2026 - 5.380 kata
“Eh, thread bini alim itu udah nggak pernah update lagi, ya?” Sendokku berhenti tepat sebelum menyentuh nasi. Suara piring plastik dan obrolan kantin basement mendadak tersaring menjadi dengung tipis. Reza masih menunduk, matanya menempel pada layar ponsel. Dika yang duduk di sebelahnya mendekat, ikut mengintip layar sambil mengunyah ayam goreng dengan irama malas. “Yang mana?” tanya Dika dengan mulut masih penuh. “Yang dulu rame banget. Perjalanan Istriku yang Alim.” Nama itu meluncur begitu saja di antara bau minyak gorengan dan es teh hambar. Rasa-rasanya nama itu terdengar jauh lebih keras ketimbang hiruk-pikuk orang kantor di sekeliling kami. Aku memaksa tanganku melanjutkan gerakan sendok. Nasi masuk ke mulut. Mengunyah. Menelan. Mengatur otot wajah agar tetap datar, tenang, dan biasa saja. “Kayaknya TS-nya ngilang,” kata Dika sambil menyedot es tehnya. “Udah berapa lama tuh?” “Lumayan.” Reza menggeser layar dengan ibu jari. “Sayang sih.” Rian yang duduk tepat di sebelahku mendengus pelan, meletakkan sendoknya ke piring. “Sayang apaan? Lu kalau jam makan bukannya makan malah nyari bini orang.” “Riset, Bro,” sahut Reza tanpa menoleh. “Riset pala lu.” Bayu terkekeh kecil. Aku ikut melengkungkan sudut bibir, sekadarnya, meniru tawa orang yang tidak punya kepentingan apa-apa dalam obrolan itu. Reza masih sibuk dengan layarnya. “Gue
Chapter ini membutuhkan 4 Ink untuk dibaca. Saldo kamu saat ini 0 Ink.
Akses chapter ini bersifat pribadi dan dilindungi hak cipta. Distribusi ulang tanpa izin tidak diperbolehkan.
Masuk untuk MembeliKonten LGU dilindungi hak cipta dan hanya untuk akses pribadi di platform ini.