Chapter 25
Istriku Yang Terampas - 17 Agustus 2026 - 2.461 kata
Tanganku menekan gagang pintu ke bawah. Engselnya berdecit sangat pelan saat daun pintu terdorong ke dalam, meloloskan embusan udara hangat yang kental oleh bau minyak urut, aroma melati, dan sisa keringat. Pemandangan di atas ranjang langsung terpampang benderang di bawah siraman lampu temaram. Di atas seprai yang kusut berantakan, Pak Broto tengah menindih Maya dalam posisi misionaris. Keduanya tanpa busana. Ranjang kayu itu berderit ritmis mengikuti setiap dorongan panggul Pak Broto yang menekan dalam di antara kedua paha Maya yang terbuka lebar. Pak Broto yang pertama menoleh. Hentakan pinggulnya seketika tertahan, mengunci tubuhnya kaku di atas istriku saat melihatku berdiri di ambang pintu. “Mas Arya...” gumam Pak Broto rendah dengan napas memburu. Panggilan itu membuat Maya membuka kelopak matanya yang basah. Rambut hitamnya menempel acak di pelipis yang berkeringat. Begitu tatapannya bertumbukan denganku di udara remang, seluruh rona merah di wajahnya surut seketika. Bibirnya yang basah terkatup kaku, sementara matanya membelalak dipenuhi syok yang membekukan darah. “Ma...” Napas Maya patah di pangkal dada. “Mas...?” Pak Broto menoleh ke arahku dari atas tubuh istriku, seolah sedang menanti apa yang akan aku lakukan. Namun aku hanya bergeming di tempat. Tidak ada bentakan kemarahan yang meluncur dari mulutku. Aku hanya memberikan satu anggukan
Chapter ini membutuhkan 3 Ink untuk dibaca. Saldo kamu saat ini 0 Ink.
Akses chapter ini bersifat pribadi dan dilindungi hak cipta. Distribusi ulang tanpa izin tidak diperbolehkan.
Masuk untuk MembeliKonten LGU dilindungi hak cipta dan hanya untuk akses pribadi di platform ini.