Chapter 21
Istriku Yang Terampas - 26 Juli 2026 - 6.331 kata
“Ar, ini kenapa balik lagi ke halaman awal dah?” Rian memutar layar monitornya ke arahku, memperlihatkan formulir aplikasi core banking yang terus-menerus memuat ulang setelah tombol simpan ditekan. Di belakangnya, Dika dan Bayu sedang berdiri menyender di sekat kubikel sambil memegang cangkir kopi. “Coba ulang dari awal, Yan,” kataku sambil melangkah mendekat. “Udah tiga kali, Ar.” “Bukan halamannya. Urutan pas lo ngisi parameternya.” Rian mendecakkan lidah, tetapi jarinya kembali mengetik cepat di atas papan ketik. Aku berdiri tepat di belakang kursinya, memperhatikan tiap baris data yang dimasukkan. Layar berkedip dua kali. Halaman formulir kosong muncul kembali. “Nah,” Rian menoleh, menaikkan kacamatanya. “Berarti bukan salah gue, kan?” “Bangga banget lo, hahahaha” sahut Reza yang baru kembali dari pantry membawa botol minum. “Yang penting terbukti kalau logic integration -nya yang error ,” balas Rian santai. Aku kembali ke mejaku membawa salinan error log yang baru dicetak. Belum sempat pantatku menyentuh kursi, satu notifikasi darurat dari tim infra muncul di sudut layar laptop, disusul panggilan internal yang berdering nyaring. Masalah kecil di modul pembayaran ternyata berdampak pada traffic deployment siang ini. Ponsel pribadiku tergeletak tertelungkup di samping laptop. “Ar, makan siang dulu nggak? Gue sama Dika mau turun ke basement,” panggil Bayu. “Nanti
Chapter ini membutuhkan 3 Ink untuk dibaca. Saldo kamu saat ini 0 Ink.
Akses chapter ini bersifat pribadi dan dilindungi hak cipta. Distribusi ulang tanpa izin tidak diperbolehkan.
Masuk untuk MembeliKonten LGU dilindungi hak cipta dan hanya untuk akses pribadi di platform ini.