Chapter 16
Istriku Yang Terampas - 8 Juni 2026 - 2.633 kata
Aku terbangun lebih awal dari biasanya. Kamar masih remang. Cahaya matahari baru mulai masuk dari sela gorden, sementara Maya masih tidur di sampingku. Aku menatapnya beberapa saat, lalu pikiranku kembali ke kamar tamu semalam—ke lampu kuning yang redup, suara napas yang patah, dan layar ponsel yang nyaris terlepas dari genggamanku. Maya tidur membelakangiku. Selimut putih menutupi tubuhnya. Rambut hitamnya jatuh berantakan sedikit di atas bantal. Napasnya pelan, tapi tidak sedalam biasanya. Sesekali bahunya bergerak kecil, seperti ada mimpi yang mengganggunya dari dalam. Aku menatap punggungnya lama. Semalam, untuk pertama kalinya, tubuh Maya memperlihatkan sesuatu yang tidak pernah ia berikan kepadaku. Bukan dengan sadar. Bukan dengan kata-kata. Tapi tetap saja… tubuh itu bereaksi. Tubuh yang selama ini selalu kaku, selalu tertutup, selalu seperti pagar tinggi yang tidak bisa kutembus, akhirnya bergetar di bawah tangan orang lain. Dan aku melihat semuanya. Aku melihatnya dari ruang tengah, dari layar kecil di genggamanku, seperti seorang saksi yang tak ingin diselamatkan dari dosanya sendiri. Maya bergerak pelan. Aku langsung memejamkan mata pura-pura tidur. Kasur berdecit halus ketika ia bangun. Gerakannya lambat dan hati-hati, seolah seluruh tubuhnya masih menyisakan memori yang tak bisa ia sebutkan. Ia duduk di tepi ranjang cukup lama. Tidak langsung berdiri. Tidak
Chapter ini membutuhkan 3 Ink untuk dibaca. Saldo kamu saat ini 0 Ink.
Akses chapter ini bersifat pribadi dan dilindungi hak cipta. Distribusi ulang tanpa izin tidak diperbolehkan.
Masuk untuk MembeliKonten LGU dilindungi hak cipta dan hanya untuk akses pribadi di platform ini.