Chapter 15
Istriku Yang Terampas - 3 Juni 2026 - 2.951 kata
Layar monitor laptop di pangkuanku memancarkan pendaran cahaya biru dingin yang konstan. Sejak setengah jam sebelum jarum jam menunjuk ke angka delapan malam, jemariku sudah bergerak lincah di atas keyboard, mengetikkan baris-baris perintah Git log secara acak. Aku sengaja mengkondisikan diriku agar terlihat seperti pekerja keras yang tenggelam dalam kerumitan sistem integrasi bank. Sandiwara ini harus terpasang sempurna sebelum ketukan pintu pertama terdengar. Aku menolak skenario alarm palsu yang repetitif seperti malam Sabtu lalu. Malam ini harus mengalir secara organik — alibi mutlak yang menempatkan diriku sebagai suami yang terpaksa berjaga di luar panggung karena tuntutan kerja. Bau harum masakan malam perlahan mengendap, digantikan aroma lavender dari diffuser yang berbaur dengan hawa dingin AC. Dari koridor kamar utama, langkah kaki halus Maya terdengar mendekat. Aku menoleh. Maya berdiri bimbang di ambang pintu kamar tamu, tangannya meremas kain handuk putih panjang dengan gugup. "Mas... apa nggak apa-apa kalau atasnya bener-bener dibuka?" tanyanya, suara bergetar penuh keraguan. Wajahnya bersemu merah. "Kemarin pakai kemeja kebalik aja aku udah risih banget. Sekarang kalau punggungnya polos tanpa benang... aku ngerasa nggak nyaman. Malu sama Pak Broto." Aku menutup layar laptop, memasang senyum tulus yang ku rekayasa. Aku mendekat, mengusap kedua bahunya. "Sayang, dengerin Mas," kataku
Chapter ini membutuhkan 4 Ink untuk dibaca. Saldo kamu saat ini 0 Ink.
Akses chapter ini bersifat pribadi dan dilindungi hak cipta. Distribusi ulang tanpa izin tidak diperbolehkan.
Masuk untuk MembeliKonten LGU dilindungi hak cipta dan hanya untuk akses pribadi di platform ini.