Chapter 14
Istriku Yang Terampas - 31 Mei 2026 - 3.887 kata
Keheningan malam kembali mengurung kamar utama kami dengan begitu pekat. Di bawah temaram lampu tidur berwarna kuning redup yang menyala statis di sudut nakas, Maya sudah tertidur pulas di sampingku sejak pukul sepuluh lewat sedikit. Tubuh istriku tampak begitu lelah dan tidak berdaya setelah dipaksa menelan barisan suplemen promil serta menahan sisa ketegangan fisik dari sesi pijat kedua yang baru saja berakhir beberapa jam yang lalu. Napasnya terdengar pelan, teratur, dan begitu suci di balik selimut tebal yang membungkus dada. Aku berbaring telentang di sebelahnya, namun kedua mataku menolak keras untuk terpejam. Dadaku bergejolak hebat, didera oleh sisa adrenalin gila yang masih tersimpan rapat di dalam kepala. Di balik kain celana pendek rumah yang kukenakan, penisku masih menegang maksimal, berdenyut nyeri yang teramat linu hingga memicu rasa panas yang menjalar ke ulu hati. Setiap kali aku mencoba memejamkan mata, ingatan tentang apa yang terjadi di depan pintu kamar tamu tadi malam kembali berputar liar, meracuni seluruh rasiologiku. Siksaan suara dari balik pintu kayu itu... benar-benar telah membuat diriku hampir gila karena penasaran. Pelan-pelan, tanpa mengubah posisi tidur agar tidak menimbulkan gerakan kasur yang bisa terusik oleh Maya, aku mengulurkan tangan kanan meraih ponsel pribadiku di atas nakas. Cahaya biru dingin
Chapter ini membutuhkan 3 Ink untuk dibaca. Saldo kamu saat ini 0 Ink.
Akses chapter ini bersifat pribadi dan dilindungi hak cipta. Distribusi ulang tanpa izin tidak diperbolehkan.
Masuk untuk MembeliKonten LGU dilindungi hak cipta dan hanya untuk akses pribadi di platform ini.