Chapter 13
Istriku Yang Terampas - 31 Mei 2026 - 3.492 kata
Sisa aroma ramuan herbal promil yang pahit dan tawar dari gelas Maya tadi pagi sudah menguap sepenuhnya dari udara dapur. Malam Sabtu ini, kamar tamu kembali jatuh dalam keheningan yang kedap, menyisakan bau pekat minyak urut rempah Pak Broto yang tajam, panas, dan entah kenapa terasa sedikit menyesakkan dada. Hanya ada deru halus AC yang sesekali bergetar memecah sunyi ruangan, menciptakan atmosfer yang terasa semakin terisolasi dari dunia luar. Maya sudah terbaring telungkup di atas kasur yang empuk. Kali ini, aku bisa melihat otot-otot tubuhnya tidak se-kaku minggu kemarin. Dia sendiri yang mengakui padaku sehabis makan malam tadi, kalau setelah dipijat Pak Broto pada sesi pertama, badannya terasa jauh lebih enteng. Aku berdiri di tepi ranjang, melakukan kembali ritual yang perlahan-lahan mulai membuat ulu hatiku berdesir candu: menurunkan barisan kancing kemeja longgar yang sengaja kupasang terbalik di punggungnya. Kulit punggungnya yang putih bersih sewarna porselen perlahan tersingkap di bawah temaram lampu tidur yang kuning redup. Teksturnya begitu kontras dengan sprei putih di bawahnya, memantulkan kilau lembut yang membuat tenggorokanku mendadak kering. Aku mengambil posisi duduk di kursi kerja kayu tepat di samping ranjang, menatap bayangan kami yang terpantul samar di lemari kaca. Sisa-sisa paranoia yang sempat membuat buku jariku gemetar
Chapter ini membutuhkan 4 Ink untuk dibaca. Saldo kamu saat ini 0 Ink.
Akses chapter ini bersifat pribadi dan dilindungi hak cipta. Distribusi ulang tanpa izin tidak diperbolehkan.
Masuk untuk MembeliKonten LGU dilindungi hak cipta dan hanya untuk akses pribadi di platform ini.