Chapter 12
Istriku Yang Terampas - 31 Mei 2026 - 2.979 kata
Sisa aroma minyak urut rempah yang panas semalam ternyata masih tertinggal tipis di sudut-sudut kamar tamu, samar-samar bertarung dengan wangi gurih nasi goreng dan seduhan kopi hitam yang baru saja dibuat Maya di dapur. Kontras yang aneh. Seperti biasa, sehabis shalat Subuh berjamaah, rumah kami kembali jatuh dalam keheningan. Aku duduk sendirian di sofa ruang tamu yang temaram. Laptop bertumpu di atas paha, memantulkan cahaya biru dingin yang menerangi wajahku di tengah ruangan yang masih remang. Jari-jariku bergerak lincah membuka mode Incognito . Jantungku tiba-tiba berdegup lebih cepat begitu halaman utama situs underground itu membanjiri layar. Notifikasiku meledak. Thread-ku— “Perjalanan Istriku yang Alim” —benar-benar menjadi magnet pagi ini. Ada puluhan komentar baru yang menuntut kelanjutan cerita. Rasa cemburu yang menyengat dan gairah gelap yang linu mendadak naik kembali ke perut bawah. Sambil sesekali melirik ke arah koridor dapur, aku mulai mengetik update terbaru dengan ujung jemari yang sedikit gemetar. [Forum Thread] Perjalanan Istriku yang Alim Update #3 – Sesi Pijat Pertama dan Desahan Pasrah Pagi, para suhu dan member forum... Semalam, setelah negosiasi panjang, sesi pertama akhirnya berhasil dilaksanakan. Sesuai saran beberapa suhu di thread kemarin, ane sengaja pilihin kang pijat yang penampilannya biasa banget, biar aman dan bini nggak
Chapter ini membutuhkan 3 Ink untuk dibaca. Saldo kamu saat ini 0 Ink.
Akses chapter ini bersifat pribadi dan dilindungi hak cipta. Distribusi ulang tanpa izin tidak diperbolehkan.
Masuk untuk MembeliKonten LGU dilindungi hak cipta dan hanya untuk akses pribadi di platform ini.