Chapter 11
Istriku Yang Terampas - 31 Mei 2026 - 2.842 kata
“Hmm...” Suara itu lolos begitu saja dari sela bibir Maya. Sangat tipis, nyaris tak terdengar, namun di telingaku suara itu seolah bergema merobek keheningan kamar. Tangan Pak Broto mulai merayap lebih jauh. Telapak tangannya yang lebar menyusuri setiap jengkal tulang belakang Maya dengan tekanan yang mantap dan dalam. Ibu jarinya menghunjam, mencari titik-titik saraf yang kaku di sepanjang jalur itu. Aku terpaku melihatnya. Di bawah sapuan minyak yang hangat dan cahaya lampu yang temaram, kulit punggung Maya yang putih porselen perlahan berubah warna menjadi kemerahan. Ada kilap minyak yang tertinggal di sana, membuat setiap lekuk tubuh istriku terlihat lebih nyata, lebih… telanjang. Darahku berdesir hebat. Rasa cemburu itu muncul, panas dan membakar ulu hati, namun di saat yang sama, ada gairah gelap yang menyelinap tanpa permisi. Penis-ku menegang dengan cepat, menekan kain celana jeansku hingga terasa nyeri yang menyiksa. Aku ingin menyentuh diriku sendiri, tapi aku hanya bisa mematung. Tangan kiriku mencengkeram lutut kuat-kuat—begitu kuat hingga kuku-kuku memutih—hanya agar aku tidak melompat dan melakukan hal yang memalukan. “Ini cuma pijat, Arya. Cuma pijat…” bisikku, mencoba menenangkan badai di kepala. Namun, gerakan Pak Broto tidak berhenti. Tangannya turun ke arah punggung bawah, area di mana lekuk pinggang Maya bertemu dengan awal
Chapter ini membutuhkan 3 Ink untuk dibaca. Saldo kamu saat ini 0 Ink.
Akses chapter ini bersifat pribadi dan dilindungi hak cipta. Distribusi ulang tanpa izin tidak diperbolehkan.
Masuk untuk MembeliKonten LGU dilindungi hak cipta dan hanya untuk akses pribadi di platform ini.