Chapter 10
Istriku Yang Terampas - 31 Mei 2026 - 3.634 kata
Pagi harinya, langit masih biru muda ketika aku keluar ke teras depan. Hari ini WFH lagi, jadi tidak ada buru-buru berangkat ke kantor. Aku menyirami tanaman-tanaman kecil di pot dengan selang air, gerakan rutin yang biasa kulakukan setiap pagi. Setelah selesai, aku duduk di kursi rotan, secangkir kopi hitam panas di tangan, uapnya mengepul pelan di udara pagi yang sejuk. Maya masih di belakang rumah, sibuk dengan pekerjaan rumahnya seperti biasa. Suara mesin cuci samar terdengar, diselingi langkah kakinya yang ringan. Aku menyesap kopi, lalu mengambil ponsel dari saku celana rumah. Jari-jariku bergerak hampir tanpa sadar, membuka browser Incognito, dan masuk ke situs underground itu. Kali ini aku sudah tidak kaget lagi melihat banjir notifikasi dan DM yang masuk. Angka 99+ terpampang di ikon pesan. Jantungku justru berdebar lebih kencang — bukan karena panik, tapi karena penasaran yang sudah tidak bisa kutahan. Aku membuka halaman DM. Puluhan pesan dari laki-laki hidung belang sudah menumpuk. Beberapa langsung vulgar, ada yang sopan, ada yang menawarkan diri dengan foto dan testimoni. Aku scroll lambat, membaca satu per satu, menyaring sesuai preferensiku. Ada beberapa pria yang langsung kulewati. Terlalu rapi. Terlalu percaya diri. Ada yang badannya atletis. Aku bahkan tidak membuka profilnya lebih lama
Chapter ini membutuhkan 3 Ink untuk dibaca. Saldo kamu saat ini 0 Ink.
Akses chapter ini bersifat pribadi dan dilindungi hak cipta. Distribusi ulang tanpa izin tidak diperbolehkan.
Masuk untuk MembeliKonten LGU dilindungi hak cipta dan hanya untuk akses pribadi di platform ini.