Chapter 9
Istriku Sang Terapis - 26 Juni 2026 - 2.736 kata
Langkah kaki Wawan terasa begitu berat, namun ia sengaja memaksanya sepelan mungkin saat menyelinap masuk melalui pintu samping dapur. Aroma minyak cendana yang biasanya menenangkan kini tercium tajam, menusuk indra penciumannya dengan sensasi yang ganjil. Di rumah ini, di balik dinding-dinding yang memisahkan ruang tamu dan ruang praktik, batas antara kehidupan normal dan fantasi yang ia bangun sendiri perlahan runtuh. Dari balik kain yang menerawang itu, ia bisa melihat siluet Ayu yang sedang membelakangi pintu. Tubuh Ayu yang montok terlihat kontras dengan cahaya putih hangat yang tembus dari lampu gantung ruang spa. Di depannya, Pak Danang tampak sedang berbaring tengkurap, dengan handuk putih menutupi bagian pinggang ke bawah, namun posisi tubuhnya tetap menunjukkan kesan dominan yang angkuh. "Mas Wawan ke mana, Mbak Ayu?" tanya Pak Danang dengan suara berat yang sengaja dibuat santai. Ada tawa kecil yang menyertai kalimatnya, tawa seorang pria yang tahu persis bahwa ia sedang berada di wilayah kekuasaannya sendiri. "Mas Wawan lagi keluar cari makan, Pak," jawab Ayu tenang. Ia berusaha menjaga nada bicaranya tetap profesional. Pak Danang suaranya merendah. "Oalah, kirain kemana," ucapnya. "Soalnya kalau minggu, biasa dia di rumah." "Iya Pak, sekalian mau nyuci motor katanya." ucap Ayu jujur. "Oh..." Pak Danang terdiam sejenak,
Chapter ini membutuhkan 4 Ink untuk dibaca. Saldo kamu saat ini 0 Ink.
Akses chapter ini bersifat pribadi dan dilindungi hak cipta. Distribusi ulang tanpa izin tidak diperbolehkan.
Masuk untuk MembeliKonten LGU dilindungi hak cipta dan hanya untuk akses pribadi di platform ini.