Chapter 10
Istriku Sang Terapis - 30 Juni 2026 - 4.259 kata
Jam di dinding baru saja melewati angka sembilan ketika aku sudah tiga kali membuka chat Ayu tanpa mengirim apa pun. Kolom pesan pagi ini tampak kosong. Jempolku menggantung di atas layar, sementara kepalaku sibuk menyusun kalimat yang terdengar seperti suami normal. bisa saja tanya "lagi ngapain yang?" tapi kok biasa banget... atau langsung nanya "hari ini ada klien masuk?" ngga... ngga, itu keliatan kepo banget. Aku mencoba mengetik sebuah nama yang sejak pagi mengganggu kewasanku: " Pak Danang jadi datang?" Namun, aku segera menghapusnya sebelum baris tulisan tersebut selesai diketik. Gilaaaa! Jika Ayu membaca pesan itu, aku harus menyiapkan alasan yang masuk akal mengapa seorang suami PNS menanyakan nama pelanggan pria istrinya di tengah jam dinas. Aku mengunci ponsel, meletakkannya dengan layar telungkup di atas meja kayu tuaku, lalu memaksa mataku menatap monitor komputer. Di hadapanku, daftar verifikasi mingguan masih terbuka lebar. Angka-angka berbaris rapi. Tanggal masuk berkas, nama wajib pajak, nomor objek pajak, jenis pajak daerah, nominal tagihan, status pembayaran, dan catatan koreksi. Semuanya terlihat persis seperti susunan dalam buku reservasi bersampul tipis milik Ayu. Bedanya, di laporan kantor, setiap wajib pajak memiliki kolom kepastian yang jelas. "Wan!" Aku tersentak. Rudi sudah berdiri di samping mejaku sembari membawa gelas
Chapter ini membutuhkan 4 Ink untuk dibaca. Saldo kamu saat ini 0 Ink.
Akses chapter ini bersifat pribadi dan dilindungi hak cipta. Distribusi ulang tanpa izin tidak diperbolehkan.
Masuk untuk MembeliKonten LGU dilindungi hak cipta dan hanya untuk akses pribadi di platform ini.