Chapter 6
Istriku Sang Terapis - 9 Juni 2026 - 3.329 kata
Sore itu, rumah kami tidak lagi beraroma cendana. Untuk pertama kalinya setelah beberapa hari terakhir, udara di ruang tengah terasa seperti rumah biasa lagi. Ada bau nasi hangat dari magic com yang baru saja dimasak untuk makan malam, sisa tumis sawi di meja makan, dan aroma sabun cuci piring murah yang mengering di sekitar wastafel. Tidak ada suara ranjang pijat berderit. Tidak ada gumaman laki-laki dari balik tirai. Tidak ada suara minyak dituang ke telapak tangan. Hanya ada Ayu. Istriku tertidur di sofa ruang tengah dengan posisi miring, satu tangannya menjuntai ke bawah, hampir menyentuh lantai. Rambutnya yang hitam panjang terurai berantakan menutupi sebagian pipi. Daster batik rumahan yang ia pakai tampak kusut di bagian pinggang. Di pangkuannya, sebuah buku kas terbuka, dengan pulpen masih terselip di antara jemarinya yang lemas. Aku berdiri cukup lama di ruang tamu, masih mengenakan celana bahan dan kaus dalam putih setelah pulang dari kantor dan melepas seragam dinas. Seharusnya aku membangunkannya. Seharusnya aku menyuruhnya pindah ke kamar agar punggungnya tidak sakit. Namun entah kenapa, melihatnya tertidur seperti itu membuatku enggan bergerak. Ada sesuatu pada pemandangan sore itu yang menahanku untuk tetap diam di tempat. Ayu terlihat sangat kelelahan. Entah kenapa, hari itu aku baru
Chapter ini membutuhkan 4 Ink untuk dibaca. Saldo kamu saat ini 0 Ink.
Akses chapter ini bersifat pribadi dan dilindungi hak cipta. Distribusi ulang tanpa izin tidak diperbolehkan.
Masuk untuk MembeliKonten LGU dilindungi hak cipta dan hanya untuk akses pribadi di platform ini.