Chapter 5
Istriku Sang Terapis - 6 Juni 2026 - 2.457 kata
Jumat siang. Jarum jam di dinding ruangan dinas menunjuk pukul 13.05. Aku sudah menyelesaikan semua berkas hari ini lebih cepat dari biasanya—laporan triwulan sudah diparaf, surat keluar sudah dikirim lewat sistem, dan absensi pulang sudah bisa dicatat lebih awal karena kepala seksi ada rapat di luar kantor. Seragam cokelatku masih rapi, tapi bahuku terasa lebih ringan. Pikiranku langsung melayang ke rumah. “Pulang cepet.. terus tidur siang…” Ide itu terdengar masuk akal. Seperti pegawai negeri yang pandai mengelola waktu. Aku memacu motor melewati jalan kompleks yang mulai sepi. Pohon ketapang membentang bayangan panjang di aspal. Angin sore terasa hangat di wajah. Tapi begitu belokan terakhir terlihat, jantungku langsung berdegup lebih kencang. Mobil SUV hitam Pak Danang sudah terparkir rapi di depan rumah kami. Ban depannya mengkilap di bawah sinar matahari. Sepatu kulitnya sudah tidak ada di teras—berarti ia sudah masuk. “Lhoo… bukanya jam empat? kok jam segini udah ada disini?” Aku memperlambat laju motor, memarkirnya agak jauh di pinggir jalan, di bawah pohon. Tangan kananku masih memegang helm saat aku berjalan pelan menuju pintu samping yang langsung ke dapur. Aku tidak ingin Ayu tahu aku sudah pulang. Pintu samping terbuka tanpa suara. Aroma cendana langsung menyambutku, pekat dan hangat, bercampur tipis
Chapter ini membutuhkan 4 Ink untuk dibaca. Saldo kamu saat ini 0 Ink.
Akses chapter ini bersifat pribadi dan dilindungi hak cipta. Distribusi ulang tanpa izin tidak diperbolehkan.
Masuk untuk MembeliKonten LGU dilindungi hak cipta dan hanya untuk akses pribadi di platform ini.