Chapter 4
Istriku Sang Terapis - 3 Juni 2026 - 1.812 kata
Chapter 4 Pesan Tengah Malam Pukul 23.48, ponsel Ayu menyala di atas meja kecil samping ranjang. Cahayanya tipis, kebiruan, hanya beberapa detik, tetapi cukup untuk membelah gelap kamar kami yang sudah lama diam. Aku belum tidur. Mataku masih terbuka, menatap langit-langit yang samar, sementara suara napas Ayu di sampingku bergerak pelan dan teratur. Awalnya kukira itu pesan dari grup keluarga. Atau notifikasi promo belanja yang sering masuk sembarangan jam. Hal-hal kecil yang tidak perlu kupedulikan. Namun layar ponsel itu kembali menyala. Kali ini lebih lama. Mataku, tanpa benar-benar kusuruh, bergerak ke arah meja. Pak Danang. Nama itu muncul begitu aja di layar ponsel istriku, nyaris tengah malam, dengan satu baris pesan yang terpotong. “maaf ganggu malam-malam, Mbak Ayu…” Aku tidak langsung bergerak. Aku hanya berbaring di sana, dengan tangan kanan masih berada di atas perutku, mencoba meyakinkan diri sendiri bahwa tidak ada yang perlu dibesar-besarkan. Pelanggan bisa mengirim pesan kapan aja. Reservasi kadang datang di luar jam kerja. Ayu punya usaha sendiri sekarang. WhatsApp-nya bukan lagi cuma tempat grup arisan keluarga atau pesan dariku saat pulang dinas. Tetapi jam di dinding tetap menunjukkan pukul 23.48. Dan Pak Danang sedang online. Ayu tidur menyamping membelakangiku. Rambutnya tergerai di atas bantal, menutupi
Chapter ini membutuhkan 3 Ink untuk dibaca. Saldo kamu saat ini 0 Ink.
Akses chapter ini bersifat pribadi dan dilindungi hak cipta. Distribusi ulang tanpa izin tidak diperbolehkan.
Masuk untuk MembeliKonten LGU dilindungi hak cipta dan hanya untuk akses pribadi di platform ini.