Chapter 43
Istriku Sang Terapis - 23 September 2026 - 2.454 kata
Motor baru saja melewati gerbang perumahan ketika sebuah mobil hitam melaju dari arah dalam. Aku langsung mengenalinya. Mobil Pak Danang. Tanganku refleks mengendur dari putaran gas. Biasanya kalau kami berpapasan di jalan selebar ini, kaca kemudinya akan turun barang sejengkal—kadang hanya sekadar anggukan kecil, kadang sapaan basa-basi sebelum kami melintas. Kali ini tidak. Kaca gelap itu tetap tertutup rapat. Mobilnya lewat begitu saja di sampingku, dingin, tanpa sedikit pun menurunkan kecepatan. Spontan aku menoleh. Lapisan filmnya terlalu pekat untuk memperlihatkan siapa pun di dalam. Entah Pak Danang memang tidak sempat melihatku, atau ia sengaja menatap lurus ke depan dari balik kaca itu. Perasaanku mendadak tidak enak. Lewat kaca spion, kulihat mobil hitam itu sudah berbelok keluar meninggalkan gerbang kompleks. Pak Danang baru saja dari rumah. Dan tadi, pesan Ayu menyebutkan bahwa pria itu datang bersama temannya. Jemariku meremas kuat stang motor. Pak Danang. Temannya. Sementara Ayu sendirian di rumah. Pesanku tidak dibalas. Panggilanku tidak diangkat. Pikiranku mulai kacau. Laju motor sempat melambat saat dorongan untuk memutar balik kemudi tiba-tiba muncul. Mobil Pak Danang belum jauh; kalau kutarik gas sekarang, aku masih bisa mengejarnya. Tapi Ayu tertinggal di rumah. Aku mengurungkan niat itu dan langsung memuntir gas lebih dalam. Jalanan kompleks
Chapter ini membutuhkan 4 Ink untuk dibaca. Saldo kamu saat ini 0 Ink.
Akses chapter ini bersifat pribadi dan dilindungi hak cipta. Distribusi ulang tanpa izin tidak diperbolehkan.
Masuk untuk MembeliKonten LGU dilindungi hak cipta dan hanya untuk akses pribadi di platform ini.