Chapter 42
Istriku Sang Terapis - 23 September 2026 - 5.521 kata
“Silakan masuk, Pak.” Pak Dedi melangkah melewati ambang pintu dengan langkah yang tertahan. Sepasang matanya sempat menyapu seisi ruang tamu, mengamati jajaran perabot dan dinding sejenak sebelum kedua kakinya benar-benar menjejak masuk. Ayu menahan daun pintu kayu itu tetap terbuka lebar, membiarkan angin sore berembus tipis ke dalam sembari menunggu satu orang lagi yang masih bergeming di teras. Pak Danang tidak langsung menyusul. Pria itu berdiri santai sembari membenamkan satu tangan ke saku celananya, memandangi Ayu dengan senyum yang begitu akrab. Ayu menelan ludah yang terasa kesat di tenggorokan, memaksakan senyum ramah yang biasa ia gunakan untuk menyambut pelanggannya. “Silakan, Pak Danang…” Pak Danang melangkah maju. Namun saat Ayu hendak berbalik untuk memandu jalan ke dalam, telapak tangan pria itu mendarat di lekuk pinggangnya. Sentuhan itu tampak ringan, gerak refleks seorang pria yang sekadar menuntun perempuan agar melangkah lebih dulu, tetapi ujung-ujung jemarinya sengaja menekan kain tipis baju kerja Ayu. Otot-otot di sekujur tubuh Ayu seketika membeku. “Pak…” Ayu lekas membuang langkah ke depan, menggeser pinggulnya menjauh. Gerakannya ia tata sehalus mungkin agar tak terlihat seperti penolakan yang terang-terangan, namun cukup tegas untuk memutus kontak tersebut. Ujung jemari Pak Danang sempat terseret beberapa sentimeter di udara sebelum akhirnya terkulai jatuh
Chapter ini membutuhkan 6 Ink untuk dibaca. Saldo kamu saat ini 0 Ink.
Akses chapter ini bersifat pribadi dan dilindungi hak cipta. Distribusi ulang tanpa izin tidak diperbolehkan.
Masuk untuk MembeliKonten LGU dilindungi hak cipta dan hanya untuk akses pribadi di platform ini.